I asked to my friend about coffee which he always drinks in the morning, afternoon, and evening.
He said that, coffee which he likes in the morning is not too bitter. Because he always has a nightmare when he sleeps and he wants something nice to forget it. Besides not too bitter, he wants it warm not hot, because he always wakes up late and makes his mother angry, like gets the hot coffee in the morning.
And then he said in the afternoon he likes coffee with the calm situation, it means that he doesn’t like crowd, because he is busy since in the morning. And he needs coffee with two small sugar spoons. It is not too sweet because he still has more time to get another sweet thing.
For the coffee in the evening, he chooses the coffee at the coffee shop. For him, the coffee from the coffee shop is the coffee for everyone. When the waiter asks about how many the water or the sugar, he will say, “I leave it to you!” The night still has long time, and he may order the coffee again. And cigarette must accompany me when I drink the coffee, and for the customers who comes to the coffee shop will share all stories with me.
The coffee is favorite for the people to spend the leisure time. The taste of coffee and the situation to drink it for everyone is differ. Coffee is the people drink, from the king to the citizen. Everyone must have been drinking the coffee, whether it is nice, not bad, or not.
Coffee, depend on how we enjoy it. If the taste and condition are good, it will be the addiction for us.
Ingin bisa Bahasa Inggris? Coba belajar di Kampung Inggris yang bertempat di desa Tulungrejo, kecamatan Pare, Kota Kediri. Kampung Inggris sudah menjadi andalan bagi orang-orang dari seluruh Indonesia yang ingin pintar berbahasa Inggris.
Kalau ingin tahu tentang sejarahnya, saya tidak akan memberitahu, karena saya akan menyarankan untuk datang saja ke Kampung Inggris dan cari tahu sendiri kenapa namanya Kampung Inggris. Tapi saya akan memberitahu bahwa yang paling terpenting adalah kita semua bisa belajar Bahasa Inggris dari ujung-ke-ujung Kampung Inggris di Pare ini (teman-teman yang sudah datang lebih akrab dengan kota Pare daripada kota Kediri).
Nah, memang kalau mau belajar Bahasa Inggris bisa otodidak, tapi sama halnya seperti Bahasa Indonesia, terkadang kita masih suka salah dalam menyusun kata perkata ataupun kalimat perkalimat, dan bahkan suka salah bicara.
Kampung Inggris menawarkan dua jenis program, yaitu Grammar dan Speaking. Jika ingin datang ke sini sebaiknya kita sudah tau mau belajar apa. Kebanyakan yang belajar Grammar adalah orang-orang yang ingin bisa mengerjakan TOEFL ataupun IELTS, ataupun suka dengan kegiatan tulis menulis. Kalau yang speaking, yaa memang orang-orang yang senang berbicara, dan memang terasa keren kan kalau bisa lancar ngomong Bahasa Inggrisnya?
Terus gimana dong kalau mau belajar dua-duanya? Oh, pastinya boleh. Tapi sebaiknya fokus dalam satu hal, kalau Grammar ya Speaking nanti dulu, begitu juga sebaliknya. Kalau datang ke sini, sebaiknya ambil dulu program Speaking, baru setelah bisa ngomong cas-cis-cus, kita ambil Grammar. Kenapa? Karena saat kita bicara kita tidak perlu struktur bahasa yang formal, lengkap, dan indah kan? Yang penting maknanya dimengerti, jadi kalau ambil Grammar setelah itu Speaking, nantinya pasti akan bingung untuk memilih kata-kata karena kita sudah tau struktur bahasa yang benar ketika belajar Grammar. Ada istilah “BERHENTI BELAJAR GRAMMAR”, itu adalah prinsip ketika belajar Speaking, tapi itu hanya sementara, sampai kita lancar saja, setelah itu lanjutkan belajar Grammarnya.
Kursusnya di mana? Wah, di sini ada banyak kursusan. Kita bisa memilih dari sekitar ratusan kursusan di sini. Kalau saya sebutkan di sini, terlalu banyak. Tapi saya bisa sebutkan beberapa sebagai bahan rekomendasi. Kalau mau belajar Grammar, bisa ke Mahesa Institute atau BEC yang sudah lama duluan ada di Pare. Ada Kresna dengan program khas dua mingguannya. Selain itu ada ELFAST dengan pola belajar yang cepat tapi sederhana. SMART, mendalam dan cermat. Masih banyak lagi kursusan lain yang mendalami Grammar, tapi seperti yang sudah saya bilang, ada banyak sekali kalau saya tulis di sini. Tapi yang di atas tadi adalah kursusan yang sudah punya nama, dan berkualitas.
Kalau mau belajar Speaking juga ada banyak pilihan, Daffodils, Mavelous, The Awareness, Global E, The Eminence, Webster, Access, dan lain-lain. Kalau untuk speaking, saya punya saran. Saran saya, jangan ambil kursusan Speaking tanpa camp, karena camp sangat membantu kita untuk melatih berbicara Bahasa Inggris. Camp adalah English Area yang mewajibkan penghuninya berbicara Bahasa Inggris 24 jam, jaminan bisa berbahasa Inggris jika ikut kursusan dengan camp pasti lebih dari 50%.
Kemudian, kalau mau datang ke Kampung Inggris, jangan cuma sebentar. Kampung Inggris memang terkenal dengan singkatnya. Tapi arti singkat itu bukan sebulan atau dua bulan. Butuh waktu minimal tiga bulan untuk memahami Grammar, dan sedikit mahir berbicara Bahasa Inggris. Jadi kalau datang ke sini hanya sebentar, sangat disayangkan, kecuali ada rencana untuk datang lagi.
Bagi yang bingung tentang Kampung Inggris, apa, bagaimana, kapan, di mana, siapa, dan kenapa, silahkan tanya-tanya di bagian comment, Insya Allah saya akan bantu menjawab, karena Kampung Inggris akan membantu kita semua yang mau belajar Bahasa Inggris, termasuk saya, soalnya saya kan lagi di Kampung Inggris pas nulis posting ini, hehe.
Pernah main Rubik? Salah satu game terlaris di dunia buatan sang arsitek, Ernõ Rubik, ini membuat banyak orang penasaran untuk menyamakan warnanya yang terpisah-pisah. Permainan ini pasti bisa diselesaikan, bagi yang teliti pasti dapat menyelesaikan Rubik ini tanpa rumus. Nah, berbicara tentang rumus, memang untuk menyelesaikan Rubik ini bisa dengan rumus, tapi serasa tidak asik kalau menyelesaikan dengan rumus, tidak ada seninya.
Di luar konteks rumus, Rubik banyak macamnya, ada yang 3×3, 4×4, 5×5, 3×3 tapi tengahnya bolong, ada yang 2×2 juga, dan masih banyak lagi variannya. Awalnya sang arsitek membuat mainan ini dari kayu, dan terus berevolusi hingga sekarang ini. Dari yang awalnya bernama Magic Cube, akhirnya bernama Rubik’s Cube.
Sekarang Rubik sudah berevolusi lagi menjadi lebih modern, Rubik ini dapat dirubah-rubah warnanya hanya dengan menyentuhnya. Rubik’s Touchcube merupakan Rubik yang dapat diselesaikan dengan menyentuh warnanya, lalu digeser sesuai keinginan. Apabila salah, bisa kita ulang langkahnya. Untuk di Indonesia sepertinya belum dijual, tapi pasti sebentar lagi beredar di pasaran.