Indonesia vs The World

budiernanto: Om Google, bangunan apa sih yang paling tinggi di Bumi ini sekarang?

Om google: Wah, ga tau tuh. Coba tanya tante Wiki deh.

budiernanto: Ah, Om Google ga gaul nih!!!

Kira-kira keyword dari pencarian di Google maupun di Wikipedia adalah pencakar langit. Awalnya saya sedang membaca majalah National Geographic tentang Dubai, salah satu dari tujuh emirat yang membentuk Uni Emirat Arab di Jazirah Arab. Sebuah Dubai yang bisa dibandingkan dengan emas dapat dilihat di Uni Emirat Arab. Kota internasional bagi kalangan berduit ini sungguh hebat, hanya dalam rentang waktu tahunan, Dubai mampu merubah tampilannya dari padang pasir berdebu menjadi sasaran wisatawan untuk berlibur dan berbelanja.

Dubai; Dulu dan Sekarang

Adalah Burj Dubai, sebuah proyek skyscraper yang nanti setelah selesai akan didaulat menjadi pencakar langit tertinggi di dunia mengalahkan Taipei 101. Ketinggian Burj Dubai masih dirahasiakan untuk menghindari persaingan pencarian gelar gedung tertinggi. Developer Burj Dubai Emaar Properties telah menyatakan bahwa Burj Dubai akan menjadi struktur tertinggi buatan manusia dalam sejarah, yang sebelumnya gelar struktur tertinggi yang pernah dibuat adalah Radio Wast Warsawa 645,4 m (2.120 kaki) dibuat pada 1974 namun runtuh pada saat renovasi pada 1991.

Ilustrasi Burj Dubai

Pencakar langit merupakan salah satu daya tarik setiap kota atau negara yang dapat dijadikan sumber devisa. Sebagai contoh, Malaysia dengan Menara Kembar Petronas-nya, telah menjadi icon tersendiri yang menjadi kebanggaan negara tersebut. Dibuat oleh PETRONAS (perusahaan minyak dan gas milik negara Malaysia), Menara Kembar Petronas dibangun sebagai kantor pusat perusahaan tersebut.

Petronas Twin Towers

Sebenarnya tidak hanya pencakar langit yang dapat dijadikan sumber pendapatan (baca: pariwisata atau bisnis) negara. Sebagai contoh, Dubai telah membuat The World, miniatur dunia di laut, terletak sekitar 4.1 km dari lepas pantai Jumeirah. Selain The World, masih ada lagi The Palms Island, proyek reklamasi tanah terbesar di dunia dan membentuk kepulauan buatan terbesar di dunia. Semuanya adalah hasil kreatif manusia, yang diharapkan semua proyek tersebut, baik pencakar langit, sampai rekayasa pulau, dapat meningkatkan minat pariwisata Dubai.

Ilustrasi The World

The Palms Island

(klik gambar untuk memperbesar)

***

Melihat Dubai yang sebegitu megah-nya, mengapa Indonesia tidak bisa? Indonesia sebenarnya sangat hebat, 17.000 pulau lebih asli bukan buatan manusia (baca: buatan Tuhan) terhampar dari Sabang sampai Merauke di khatulistiwa. DKI Jakarta yang merupakan kota metropolitan yang memegang gelar kota ter-modern di Indonesia tidak mampu bersaing di ranah internasional. Monumen Nasional/Monas maupun gedung BNI 46, tidak tercatat sebagai salah satu bangunan tertinggi di dunia. Menara Jakarta pun belum terdengar kabar-nya lagi, yang apabila selesai dibangun akan mencapai ketinggian 558 m.

Maket Menara Jakarta

Setidak-tidaknya Indonesia walaupun tidak mempunyai pencakar langit, ada sesuatu yang dapat diunggulkan lah. Herannya, dari hari ke hari hanya sisi buruk yang terlihat dari negara ini. Saya mencoba bersikap netral, baik petinggi maupun bawahan, pemimpin maupun rakyat, orang kaya maupun orang miskin, orang pintar maupun orang bodoh, semuanya berperilaku buruk. Semuanya ini saya ambil mayoritas, minoritas-nya seperti orang jujur, yang sekarang makin sulit dicari.

Hanya bisa mengelus dada saja kah kita? Justru yang seperti itulah yang membuat Indonesia semakin terpuruk, hanya bisa mengeluh tanpa bisa memberi solusi. Kaum muda, ya kaum muda mendapatkan masa-nya sekarang. Saat seluruh lapisan masyarakat sudah lelah dengan kaum tua yang bangga dengan pengalaman-nya, sekaranglah saatnya kaum muda beraksi unjuk gigi. Kaum muda seperti saya (ehm), merupakan calon pencipta sejarah. Sejarah akan terukir ditangan pemenang, dan itulah kaum muda.

Ingin tahu tentang Dubai, si Kembar Petronas, Burj Dubai, Taipei 101, The World, The Palms Island, dan Menara Jakarta? Klik di sini, sini, sini, sini, sini, sini, dan sini. Gambar dari sini dan sini.

***

Satu puisi (atau sajak?) persembahan dari saya untuk:

Ibu

Aku ibu

Aku ibu yang mengandungmu selama 9 bulan
Aku ibu yang melahirkanmu dengan mempertaruhkan jiwa
Aku ibu yang membesarkanmu dengan kerja keras
Aku ibu yang merawatmu dengan kesungguhan
Aku ibu yang menjagamu dari dunia
Aku ibu yang mengajarimu sesuatu
Aku ibu yang menemanimu agar kau dapat tertawa
Aku ibu yang memperhatikanmu dari kejauhan raga

Aku ibu yang selalu menyayangimu

***

Saya paling kesel kalo ada yang salah sebut/ucap nama saya, kaya satu yang di bawah ini. Salah-nya parah banget, bener-bener keterlaluan!!! Tapi liat dong, puisi saya dibilang bagus, hehe, berarti saya berbakat yaa?! Hahahahaha…

Tags: , , , , ,

25 Responses to “Indonesia vs The World”

  1. Lisz says:

    ciaelah puisinya… =P
    Indonesia harapannya kecil deh buat kaya gitu.. -.-”
    yg The World keren tuh! ^^

  2. TopIQue says:

    wah,, klo Indonesia mo bikin bangunan yang bisa masuk 10 bangunan tertinggi di dunia,, berapa banyak duit rakyat yang bakalan disedot ?? mendingan kelompok swasta aja deh yang bikin, walopun gak penting2 amat..

    PERTAMAXXX

  3. puspa says:

    waaahh gedungnya bagus2 amat yaaakkk…seandainya ada di jakarta…kalo gempa pasti seru…hahahaha
    adun bud nama lo itu susah2 gampang disebutnya..jadi dimaapkan lah…jangan ada dendam diantara kalian…halah lebay!!

  4. cha says:

    kapan Indonesia kya gtu, klo generasinya kya aku..hahaha

    stok phto abis om?
    sajak” trus skrg..
    tp bagus :D
    om burdinanto..hahay~~
    budi ernanto deh :P

  5. hey burdi ! huahahahaha.
    josang dulu ah (s_dance)

  6. utchanovsky says:

    bangun gedung tinggi di jakarta kan buang2 duid juga.

    kalo alasannya buat kebanggaan, kok gak malu yah sama warga yg mati rebutan zakat kemaren, bayi2 busung lapar, peristiwa separatisme di papua, krisis air di bogor, skandal esek2 orang dewan, polisi cari duid di pinggir jalan… ( ni gak bakal ada habisnya kalo diterusin)

    klo masih ada yg tendensius maksain bangun tu menara jakarta, kayaknya request-an pihak “luar” (memperindah kota agar iklim investasi bisa berjalan dengan kondusif). Abis itu rumah2 kumuh digusurin deh, bisa juga dibuat seolah2 terjadi kebakaran. Pasar2 kumuh juga dibuat seperti itu, n diganti sma pasar modern.

    sory rada2 curhat, soalnya ini masi berhubungan sama soal globalisasi yg kemaren gw omongin

  7. presy__L says:

    akh indonesia ga perlu bangunan tinggi2.. yang ada cuma pemborosan dan bakal ngabisin listrik doang krn kebanyakan gedung klo malam listrik dinyalain semua.. bangun aja deh bangunan2 yg berguna (sekolah gitu,,)

    bud..kehabisan stock foto ya?? yg ada puisi semua.. ck,ck,ck -eh sama ky kata cha-
    eh sapa tau tuh burdinanto jadi nama anak lo ntar.. wekekekek

  8. warmorning says:

    negara kita ini yg perlu dibangun orangnya dulu, baru gedungnya :D

  9. dondanang says:

    gw takjub sama gambar dubai yang 1990 sama 2003. Indonesia? Yah lu liat sendiri. TApi kita gak boleh pesimis. Merdeka *loh?*

  10. masmoemet says:

    wew … gilaaa … eh salah … warassss … yakin kagum aku liat tuh foto …

  11. burdinanto??
    selamat yah, dah ganti nama nih…
    makan2 yah…

  12. Shintung says:

    nama lu susah si oom!

    inget kan berapa puluh kali gw salah nulis nama sampeyan?

    kemaren gw ngobrol sama nyokap, ttg pertumbuhan bkasi yg makin lama makin banyak pabriknya .
    Nyokap gw bilang kalo itu bukan kmajuan, tp kmunduran.

    Dan gue pun bertanya2 skrg, Nyokap gw ngomong apaaan sih? Gak ngerti gw.

    btw,
    mana foto2nya nih? kangen gw. gw gak doyan puisi.

  13. sippa says:

    13 tahun. peradaban dubai maju pesat sekali.

    ckckckc.

    mlongo liatnya

    foronya keren bgt om burdinanto eh berdinanto eh budinarto eh budirnanto eh budiernanto maksutnya :mrgreen: piss

  14. cena says:

    woooow tinggi tinggi banget, bisa kurus gw kalo kerja di tempat setinggi itu…..

  15. uci says:

    entar gw yang bangun… *dijitak
    ntar lagi lebaran bud, maafkanlah (ceileh)
    puisinya boleh lah ;)

  16. Randy says:

    Menurut aku Indonesia tuh sanggup buat menara tertinggi di dunia dengan ketinggian lebih dari 1000 meter. asal itu semua uang dari orang orang bangsa Indonesia yang sukses and ingin agar bangsanya maju dan di perhitungkan oleh dunia internasional.

  17. Chic says:

    *apply visa ke dubai* :P

  18. Bani Biasa says:

    Indonesia juga bisa!

    Wong buat jalan dari anyer samoe panarukan aja bisa!!

    Hho

  19. antown says:

    saya gak tahu apa untungnya negara ini kalo punya pencakar langit. lha wong mikir wong cilik aja blom ketemu solusinya kok

  20. bintang says:

    adakah indonesia di The World ?? mudah2an termasuk.. biar semua orang tau indonesia !!

  21. dinda says:

    dubai emang maju pesat..ga heran lah..minyaknya berlimpah…indonesia juga sebenrnya kaya tp lebih malah dikuasai sm bangsa asing..
    eh ada bangunan baru bud di dubai namanya hotel atlantis, dan biaya nginepnya sehari rp.230 juta owmaygooot!!!!! *tadi nonton di berita*

  22. kita says:

    wah..lo gitu aku mau pindah ke dubai aja ahh,,ehehe..ntar balik lagi ke indo lo indo dah kayak dubai..hehee..kapan ya???

  23. Iyuth says:

    pernah ada di National Geographic nihh yg tentang Dubai… keren banget emang.
    Yang udah jadi itu The Palms, dan kabarnya udah terjual semua loohh. Kalo The World itu baru proyek… seinget gue masih ada 3 proyek lagi. Mantap banget lah Dubai…

  24. ayaelectro says:

    keliatan banget dubai berkembangnya….haha, nama lo salah sebut banget tuh.

  25. rano says:

    Dubai, iyu kota emang gila. Lama-kelamaan bakalan nyaingi New york. Aku paling demen ama gedung yang di tengah laut itu lho. Keren abisssssssssssssssssssssssssssssssssss

Leave a Reply