Live for Life
Saya kemarin datang tak diundang ke rumah tante Wiki, kebetulan niat mau tanya tentang Pulitzer. Ternyata tante Wiki wawasannya luas, saya yang mahasiswa jurusan Hubungan Internasional jadi rendah diri.

Joseph Pulitzer
Pulitzer merupakan sebuah penghargaan yang dianggap tertinggi dalam bidang jurnalisme cetak di Amerika Serikat. Penghargaan ini juga diberikan untuk pencapaian dalam bidang sastra dan gubahan musik. Penghargaan ini diciptakan oleh Joseph Pulitzer, seorang jurnalis dan penerbit surat kabar Hungaria-Amerika pada akhir abad ke-19. Penghargaan diberikan dalam kategori-kategori yang berhubungan dengan jurnalisme, kesenian dan surat-surat. Hanya laporan yang diterbitkan dan foto-foto hasil karya surat kabar atau organisasi berita harian yang berbasis di Amerika Serikat saja yang berhak menerima penghargaan jurnalisme.
Kalau Indonesia penghargaan apa ya? Sepertinya ngga ada. Di Indonesia nampaknya sulit untuk mendapatkan pengakuan, makanya Indonesia ngga pernah terkenal di dunia Internasional. Publikasi aja terkadang sulit, nanti disangka menyebar aib, terus bisa ditangkep deh. Repot kan?!
Pemenang Pulitzer untuk Feature Photography tahun ini adalah Preston Gannaway. Ia adalah fotografer jurnalistik di media kota New Hampshire; Concord Monitor sejak 2003. Ingin melihat biografi-nya? Klik di sini.
Karya Preston Gannaway juga bisa diliat di sini, dan Ini dia salah satu karyanya :

“Exhausted from work and taking care of the kids,
Rich says he just looks forward to going to bed at night.”
***
Budi ke-1 ngirim e-mail ke saya. Isinya tentang foto-foto hebat yang beberapa diantara-nya memenangkan Pulitzer. Saya kasih liat 3 saja ya:

Sudan - 1993. Foto yang sangat mengerikan ini memenangkan hadiah Pulitzer. Seekor burung pemakan bangkai menunggu dengan sabar seorang bayi yg berjuang untuk bertahan hidup. Fotografernya (Kevin Carter) bunuh diri tidak lama setelah menerima hadiah tersebut (1994).

Foto yang sangat terkenal oleh Eddie Adams. Nguyen Ngoc Loan, kepala polisi Vietnam Selatan mengeksekusi mati seorang pemuda yg diduga sebagai Vietcong. Foto ini memenangkan hadiah pulitzer.

Little Rock ’s Central High adalah saksi dari peristiwa ini, untuk pertama kalinya seorang pemudi Afro American mengikuti SMU yg selama ini hanya menerima siswa kulit putih. Hari pertamanya di sekolah diwarnai intimidasi dan ejekan, dia hanya bertahan sekolah selama 4 hari.
Saya tidak tahu siapa nama fotografer dari foto terakhir di atas, kalau ada yang tahu mohon kasih tahu saya yak, hehe, biasalah buat sumber.
***
Akhir minggu ini Singapura menjadi tuan rumah ajang kebut Grand Prix F1. Spesial karena kali ini diselenggarakan saat malam. Menurut info, balap F1 di Singapore akan melewati jalan-jalan di sekitar Marina Bay, Republic Boulevard dan Raffles Boulevard melewati hotel Raffles, Ritz Carlton Hotel, Oriental Hotel, Marina Mandarin, Memorial Park-Nicoll Highway, Stamford Road menuju Padang, bla bla bla, terowongan pendek di seberang Raffles Avenue dan akhirnya menuju tempat start kembali. Intinya, sirkuit ada di dalam kota. Sepertinya pemerintah Singapura harus siap siaga kalau aset negara hancur tertabrak mobil yang kecepatannya bisa sampai 300 km/jam.
Klik Gambar untuk Info.
Saya jadi bertanya-tanya, kenapa Indonesia tidak bisa menyelenggarakan balapan kelas atas (baca: GP F1) seperti Singapura dan Malaysia? Ada yang bisa menjawab kenapa negara kita tidak bisa menyelenggarakan GP F1? Ada yang bisa menjawab? Apa kita ngga punya sirkuit? Padahal kalo Indonesia bisa menyelenggarakan GP tersebut, wah wah wah pastinya. Mudah-mudahan Indonesia bisa menjadi tuan rumah dan juga punya pembalap yang masuk jajaran pro (amin).
***
Hari Kamis (25/9) saya buka puasa bersama. Cuma ber-5 sih, tapi seru. Diundang oleh Edy yang nyelenggarain lomba menulis blog, saya dan 2 orang pemenang lainnya (Dita dan Anton) datang buat makan ayam bakar di Bulungan hari itu. Ditambah Fery jadi pas ber-5 kan?! Ini fotonya dari sini minus Fery, soalnya dia yang motret:

Kiri ke kanan: Dita, Edy, saya (kaya anak tiri), dan Anton
Tags: buka puasa, F1, GP, joseph, pain, photography, pulitzer, singapura






September 27th, 2008 at 9:26 am
*liat foto terakhir* hahahahahah mata lo kemana bud?
September 27th, 2008 at 10:53 am
Indonesia….. kira-kira, kapan Indonesia bisa se Ideal yang kita harapkan ya???
September 27th, 2008 at 2:41 pm
foto pertama tentang bayi ma burung itu keren bgt.. terang aja menang pulitzer..
sirkuit sentul itu katanya kurang bagus.. maksud.. jalanan tempat balapannya bergerigi gitu. ga alus.. banyak batu2 kerikil. dah gitu kurang menantang. terus cuma dapet kualifikasi B, dmn F1 mewajibkan sirkuit harus dapet kualifikasi A.klo mo ningkatin kualitas sirkuit sentul, dananya gede bgt. ga bakal sanggup tanpa bantuan pemerintah yg sepertinya ogah2an tuk bantu, sponsorpun belum banyak.. jadi.. ya sabar aja indonesia gelar balapan sekelas F1. wlpn A1 pernah digelar disini..
tapi sentul pernah koq jadi tempat balapan moto GP, tapi dah lama bet..
eh..gw malah cerita balapan..
September 27th, 2008 at 3:31 pm
hush..ni anak ngejelekin endonesa molo…gag boleh gitu ah..
lo kan masih tinggal dsini..
huh…gw lg binun ni mo ikutan bukber di pim apa ga..
tinggal 2 jam lg nih..td Ridu sms gw…
aaaaaaaaaah gag byk yg ikut siiiiiih…..
September 27th, 2008 at 3:56 pm
Jadi intinya apaan Bud ??
Gw gk nangkep….
haduh,, leher gw sakit
September 27th, 2008 at 7:07 pm
ah gila itu semua nyata tuh? yg anak bayi itu kasian ih.
“Di Indonesia nampaknya sulit untuk mendapatkan pengakuan, makanya Indonesia ngga pernah terkenal di dunia Internasional. Publikasi aja terkadang sulit, nanti disangka menyebar aib,”
ah sedih gue baca kutipan yg ini.
September 27th, 2008 at 7:12 pm
yang berkesan dari foto2 itu ceritanya ya, jadi minder banget kalo inget gue foto2 cuman mentingin sisi artistiknya doang
September 27th, 2008 at 7:50 pm
om budik..
itu sambil merem” yaa? =))
gak jelas matanya om
September 27th, 2008 at 8:41 pm
Jiaahhhhh, ngamuk bud. kok bisa2nya posisinya ente di belakang
September 27th, 2008 at 10:38 pm
ohhhh jadi penghargaan pulitzer itu diambil dr nama orang toh..baru tauuu..hahaha
wah kasian juga si cewe afrika itu cuma bisa bertahan sekolah 4 hari…dasar manusia2 rasissss…!!!
budi..jgn suka jelekin negara sendiri ah…optimis doong…
September 27th, 2008 at 10:47 pm
thanks buat info beberapa pemenang pulitzer nya
salam
September 28th, 2008 at 5:16 am
ho…
gw kira itu kera, ternyata burung pmakan bangkai..
keren2 fotonya, bener kt loe kan, dulu, wkt loe bilang foto gak perlu bagus asal punya cerita.
September 28th, 2008 at 1:27 pm
foto yang terakhir itu ikut lomba juga ga ? :d
September 28th, 2008 at 4:22 pm
..smoga ada pemenang pulitzer from indonesia taon2 mendatang,
buntut2nya pameran edy awards gathering toh? He2 mantap euy !
September 28th, 2008 at 9:55 pm
ada yang kurang bud, pernah liat foto orang jawapos yang sebuah mobil berisikan puluhan orang lalu jungkir balik gara berlebihan muatan itu? yup. isinya para bonek (bondo nekat), suporter surabaya itu. kalo nggak salah dapat penghargaan deh. tapi aku gak ngerti apa namanya
September 28th, 2008 at 9:55 pm
nah kan kluar avatarku di blog ini? massak di blogku sendiri malah gak kluar? gimana cara sih? ada yang bisa bntu?
September 29th, 2008 at 10:44 am
thanks ya bud, hehe.
iya. gw tau tuh tentang pulitzer. keren2 fotonya. ckckck.
mau ambil bagian dalam pulitzer?
gw mau beli kamera nih. hehe. mau berkarya kaya lo.
September 30th, 2008 at 6:51 pm
bisa sih sebenernya,,tapi uangnya buat nebelin kantong si pejabat sih..jadi ya,,tau sendiri lah..hehe
March 1st, 2009 at 6:02 pm
good picture,…fotografer suatu hal yang kejam