Pelanggar Rutin
Sesudah lebaran adakah yang puasa Syawal? Ada dong, enyak saya tuh. Hahahaha, saya ngga ah, sedikit malas. Tapi entah kenapa, setelah lewat bulan puasa kemarin, saya dilanda kelaparan dini di pagi hari? Apakah ini yang namanya pembalasan? Wakakakakak, kayanya saya selalu lapar. Tebakan saya, mungkin saya cacingan dan harus minum Baygon mix Milanta atau saya terlalu sedikit makannya dan harus makan nasi sebakul?!
Sudah lupakan saja masalah lapar ini. Akhirnya kita sudah bermaaf-maafan di hari raya kemarin. Hilang sudah dosa kita (semoga). Namun tampaknya ada lagi yang sudah bikin orang kesal. Sudah ada yang bikin Pemprov DKI Jakarta kesal. Siapa ya yang berani bikin orang kesal setelah kemarin saja kita bermaaf-maafan? Ternyata para pendatang ilegal.
Ya, para pendatang ilegal ini sebenarnya merupakan masalah klasik. DKI Jakarta saat ini masih saja dilirik sebagai kota yang mampu merubah hidup seseorang karena posisinya sebagai pusat perekonomian negara. Setiap tahun jumlah penduduk semakin bertambah dikarenakan kedatangan yang sebagian besar ilegal.
Operasi Yustisi di Jakarta Melanggar HAM; adalah sebuah judul artikel di salah satu koran Senin kemarin. Operasi Yustisi adalah operasi kependudukan yang bertujuan untuk mengatasi arus urbanisasi ke Jakarta. Mengapa operasi ini dikatakan melanggar HAM? Menurut Human Rights Working Group (HRWG) Koalisi NGO Indonesia untuk Advokasi HAM Internasional operasi ini dinilai melanggar HAM karena dianggap terlalu represif dan operasi ini merupakan cara warisan kolonial Belanda juga fasis Nazi Jerman dulu.
Selain itu Pemprov DKI Jakarta dianggap tidak bertanggung jawab atas hak asasi manusia tentang perlindungan hak-hak dasar rakyat Indonesia di bidang sosial dan ekonomi. Disebutkan pula bahwa operasi ini kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan prorakyat miskin dari pemerintah pusat.
Indonesia yang tidak selesai-selesai krisis ekonominya membuat sebagian orang frustasi. Bagaimana caranya mengisi perut dan menyambung nyawa hari ini? Akhirnya setelah ada bisik-bisik tetangga, jalan keluar pun akhirnya datang, ke Jakarta dan mencari kerja. Namun Jakarta yang umurnya sudah 400-an tahun semakin penuh, saya pribadi setuju saja dengan Operasi Yustisi Kependudukan (OYK). Toh sebenarnya ini demi kebaikan.
Mengapa saya berkata demikian? Urbanisasi banyak sekali buruknya, perpindahan manusia dari desa ke kota menyebabkan desa semakin kosong tenaga produktif. Kota pun semakin penuh dengan manusia, yang belum tentu mendapatkan pekerjaan. Maka urbanisasi sebenarnya adalah akar masalah-nya. Pemprov DKI Jakarta sudah kewalahan sebenarnya menghadapi masalah pemukiman liar, pengangguran, kemiskinan, juga kriminalitas. Semakin bertambahnya penduduk liar, maka semakin bertambah pula masalah sosial.

Nglaju pun sebenarnya sudah membuat masalah. Mobilitas manusia dari kota satelit ke DKI Jakarta di hari kerja telah membuat kita menghabiskan umur kita di jalan raya. Yang akhirnya juga menyebabkan perusakan lingkungan karena asap kendaraan. Yah, masih mending kalau yang ke Jakarta itu ngasih kontribusi (bukan sogokan lho!!!), selain itu setidak-tidaknya kalau ke Jakarta itu harus jelas tujuannya mau apa, jangan memilih profesi di jalan yang garis hidupnya ngga jelas.
Yang harus dilakukan sekarang adalah memperbaiki mutu pendidikan di setiap desa, serta memberikan bekal keahlian tertentu. Ini dimaksudkan agar laju urbanisasi dapat ditekan dengan terciptanya lapangan kerja baru di desa. Padahal tinggal di desa lebih enak dari pada di kota yang tingkat kriminalitasnya tinggi, walaupun zaman sekarang semuanya bisa saja terjadi.
***
Galeri hari ini:

Motret Terpotret
Tags: baygon, dosa, HAM, Jakarta, lebaran, milanta, NGO, operasi yustisi, pemprov, penduduk, syawal, urbanisasi





pantesan aj kl lagi musim mudik jakarta sepi bgt
wong kbnykn yg biasa tinggal di dalamnya bukan penduduk asli ( jkt ) smua
katanya sih,, Jakarta ntu “The City of Dream”…
kLo mnurut gw,,, kebanyakan Dreamnya daripada Realitynya…
yang cewe di foto ntu sapa Cuy ???
Sepertinya emang terlalu represif bud, masalahnya penyebab urbanisasi kan dari pemerintah sendiri. Kenapa mereka tidak meratakan kesejahteraan dan pembangunan. Solusi yg diambil sangat instant dan tidak manusiawi.
just my 2 cent
tulisan yang bagus.
saya juga nulis serupa di http://antownholic.com/antisipasi-kepadatan-penduduk/
Weleh, Jakarta makin ancur aja. Harusnya pemerintah mendingan membuat lapangan kerja di daerah-daerah yang sepi jadi orang desa yang mau kerja ga ke jakarta wae
hmp. aku syawalan!
tp belom mulai keburu dapet.
*oot*
makin padat aza nihh
hwaaa…
akhirnya ada galeri fotonya lagi…
idem sama topique..
potonya bagus bud.
topiknya kaya yang lagi gw pelajarin di PLKJ nih, tentang urbanisasi, dampang buruknya beuuuuuh…
galerinya lucu hahahaha, baju ceweknya keren!
saya juga bingung sama orang indonesia, kok mau-maunya kerja di jakarta.