Get Jazz, this Nov.
Jazz Goes to Campus atau JGTC adalah festival musik jazz yang diselenggarakan tiap tahunnya di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia. Tahun ini apabila terlaksana adalah festival JGTC untuk yang ke-31 kalinya setelah festival perdananya pada tahun 1978 yang diprakarsai oleh Chandra Darusman. Seharusnya sekarang yang ke-30 kan ya? Tapi menurut sumber yang dipercaya, JGTC perdana tahun 1978.
JGTC kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 November 2008, mulai pukul 10 pagi sampai tengah malam. Lebih dari 30 musisi jazz akan tampil dalam satu hari. Wow, emang kalo ada niat mah bakal lancar. Kata penyelenggara, semua musisi jazz yang beraliran warna-warni akan menghibur penonton sampai tengah malam. Nah, sampai detik ini saya belum tahu berapa harga tiketnya. Yang pasti ngga mahal, saya jamin itu. Kalau mahal, saya ga mau dateng lagi deh!
Bagi yang punya uang lebih, mau nonton tontonan yang lebih bergengsi dan lebih berkelas? Saksikan JakJazz di akhir bulan November ini. Udah promosi begini, harusnya saya dikasih tiket gratis nih!!! Tapi saya ikhlas, saya hanya memberikan informasi aja, mungkin di antara kalian ada yang punya tiket gratisan? Boleh lah dikasih ke saya, hehe..
Acara JakJazz ini akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 November. Untuk informasi lebih lanjut bisa langsung ke situs-nya. Memang sih, tiket di JakJazz lebih mahal, tapi kualitas yang ditawarkan justru lebih mantap. Jadi jangan lewatkan JakJazz tahun ini, karena ada Yellow Jackets, Boi Akih, Lica Cecato, Ray Harris & Fusion Experience, Roland Tchakounte and more!!!
***
Berbicara tentang festival musik jazz, harusnya berbicara juga tentang musiknya. Apa sih sebenarnya musik jazz itu? Seperti apa sih musik jazz itu? Apa yang membuat jazz disukai banyak orang?
Well, lagi-lagi saya merujuk ke tante Wiki, yang katanya sih jazz itu merupakan sebuah aliran musik yang berawal dari komunitas Amerika-Afrika di selatan Amerika pada awal abad ke-20, jazz merupakan perpaduan antara musik Eropa dan Afrika. Asal-usul gaya musik jazz Afrika Barat menggunakan blue notes, lebih sering improvisasi, menggunakan banyak nada dan syncopation, juga swung note.
Musik jazz mulai populer di sepanjang abad 20. Kata jazz berawal dari kalimat pergaulan di West Coast dan menjadi nama aliran musik pada tahun 1915. Jazz, sejak awal abad 20 menjadi musik yang ber-genre banyak. Sejak tahun 1910, dimulai dari swing, bebop, fusion, acid, dan bahkan menggabungkan funk dan hip-hop.
Untuk lebih jelasnya, tanya aja sama tante Wiki. Tapi kalo bisa tante Wiki yang Inggris, kalo Indonesia suka ga lengkap gitu. Kayaknya ga niat berbagi informasi tuh tante Wiki Indonesia. Oh, iya! Apa sih kata mereka tentang jazz?
Jazz is not a ‘form’ but a collection of tags and tricks.
* Ernest Newman. The Sunday Times, “The World of Music”, 4 September 1927.
Jazz is not dead, it just smells funny.
* Lyric from Frank Zappa’s “Be-Bop Tango”
There is nothing but jazz.
* Konrad Stragier in a poem
Jazz is sex.
* Katherine Boeyen (2007 Midnight Jazz Project)
If you have to ask, you’ll never know.
*Louis Armstrong when asked to define the rhythmic concept of “swing”.
Jazz is mine, mine, and mine.
*Budi Ernanto, yang ini ga masuk ke Wikiquote dan ga punya ISBN *nyengir*.
…
Menurut saya, musik jazz itu sangat enak. Bukan enak untuk dimakan dan bukan enak untuk dijadikan lagu pengantar tidur. Tapi musik jazz itu jauh dari hingar-bingar bla-bla yang ga jelas. Dari pada saya denger musik keras tapi ga beraturan nadanya, terus kalau nyanyi asal teriak ga tahu dia ngomong apa. Tapi masing-masing aliran musik ada penggemarnya, jadi jangan sampai ada perselisihan karena ada yang menjelek-jelekkan selera musik seseorang.
Salah satu band Indonesia yang disebut-sebut sebagai band kampungan, masih ingat? Kangen Band, dan lain sebagainya. Saya pribadi tidak suka lagunya, tapi saya tidak pernah menjelek-jelekkan mereka. Mereka punya hak untuk bermusik, dan kita tidak punya hak mencela mereka karena musik mereka ataupun penampilan mereka tidak sesuai dengan keinginan kita. Tapi mereka punya pasar sendiri, mereka punya penggemar sendiri.
Perlu diketahui, para musisi yang suka menjelek-jelekkan musisi lain, jelas-jelas KETAKUTAN. Ketakutan kenapa? Ketakutan, jika pasar tidak lagi menyukai lagu-lagu mereka. Ketakutan kalau mereka kehilangan penggemar yang berarti karir mereka akan hancur. Mereka juga secara tidak langsung meyatakan persaingan secara tidak sehat. Bahkan mental mereka pun tidak sehat karena suka mencela.
Hidup sekarang tanpa kerja keras itu mustahil, tapi yang berhasil sekarang dicekal oleh orang-orang yang tidak mau kekuasaannya direbut. Akhirnya konflik tidak saja terjadi di lingkungan politisi, namun para seniman pun akhirnya ikut berselisih.




Wanita perkasa Said,
November 1, 2008 @ 11:44 am
Wuihh.. Lengkapp bgt infonya..
Thx eniwei..
Brp y tket jgtc?
Pen liat jg..
Dtg jgtc budd?
Ktnya dpt tikett gratis lo ;p
utchanovsky Said,
November 1, 2008 @ 12:30 pm
Ngikut yang goes to campuz aja deh, biasanya murah
utchanovsky Said,
November 1, 2008 @ 12:33 pm
lagi2 gagal PertamaXXX, Splender - I think God can explain
Lisz Said,
November 1, 2008 @ 6:49 pm
wuiiih… full info niih..?!
jazz buat gw??! enak2 aja tuh.. apalagi buat waktu santai2.. hihihihi..
btw, gw suka “Jazz is mine, mine, and mine.” uhahahah~~ suwer deeh.. ^^
Shintung Said,
November 1, 2008 @ 7:14 pm
gw gak ngerti ttg jazz²an..
alia Said,
November 1, 2008 @ 9:13 pm
dari kosan gw suaranya kedengeran ga yaa..
* males beli tiket, hiahaha
ay Said,
November 2, 2008 @ 8:32 am
kira2 brapaan ya harga tiketnya?
tertarik buat dateng nih. hoho.
btw, lam kenal ya. gw anak rumah blogger jg x)
presy__L Said,
November 2, 2008 @ 9:39 am
ali : dari pokus kedengeran koq..tapi ga asik klo ga liat..
wuih…promosi JGTC lagi !! asik..asik..
masmoemet Said,
November 2, 2008 @ 11:27 am
musik jazz bs mbuat pikiranku tenang, slow, rilek, dan nyaman ….
*****
” Salah satu band Indonesia yang disebut-sebut sebagai band kampungan, masih ingat? Kangen Band, dan lain sebagainya. Saya pribadi tidak suka lagunya, tapi saya tidak pernah menjelek-jelekkan mereka. Mereka punya hak untuk bermusik, dan kita tidak punya hak mencela mereka karena musik mereka ataupun penampilan mereka tidak sesuai dengan keinginan kita. Tapi mereka punya pasar sendiri, mereka punya penggemar sendiri. ”
setuju … mereka punya hak untuk menyuarakan kata hati dan berekspresi
antown Said,
November 3, 2008 @ 1:40 am
enak buat ngedesain, enak juga kalo liat langsung, nggak ajak saya?
salam kreatif!!
diana_bochiel Said,
November 4, 2008 @ 4:12 pm
wew abis gw wisuda tuh…
berapa HTM nya?
ada maliq kan?
mauuuuu…….
byarin yak…kan gw bisa wisuda,itung2 hadiah dari lo bud…
hhe.
benazio Said,
November 5, 2008 @ 7:34 am
wah thanks infonya .. dateng ngga ya ,, jakjazz jelas ngga deh ga ada yang kenal tapi kalo jgtc .. hmmm banyaktemen2!
waterbomm Said,
November 5, 2008 @ 7:41 am
pengen sih nonton… tapi liat lagi ke kondisi dompet
edy Said,
November 8, 2008 @ 8:34 am
depok… depok… naik charitas?
eh masih ada ga sih itu angkutan
edy Said,
November 8, 2008 @ 8:35 am
o0ops mestinya transitas yak?
anita Said,
November 16, 2008 @ 11:33 pm
JGTC-> 30.000, on the spot 35.000+first drink.
jakjazz gimana?