Indonesia Berencana

Amerika Serikat butuh ratusan tahun untuk menjadi negara super power. Dengan pemerintahan yang kuat dan rakyat yang mau bekerja sama, tidak ada kata mustahil bagi Amerika untuk unjuk gigi di dunia internasional. Waktu memang harus diperhitungkan dalam membangun sebuah negara. Tidak terkecuali Indonesia. Indonesia dulu punya Rencana Pembangunan Lima Tahun atau yang akrab di telinga kita sebagai Repelita.

Sayangnya, sesuai dengan konstitusi kita yang mengatur bahwa masa pemerintahan seorang presiden adalah 5 (lima) tahun, dan maksimal 2 periode, kebijakan terhadap repelita ini pasti berubah seiring bergantinya presiden. Apabila presidennya cerdas, mungkin Repelita ini akan berjalan lancar. Tapi sepanjang Repelita ini (1969-1999) kita tahu bahwa presiden kita waktu itu tidak ganti-ganti.

Penjelasan di atas hanya sekedar mengingatkan kita dengan program kerja pemerintahan masa Orde Baru (tentu sekaligus menyindir). Menurut saya, Repelita adalah program yang bagus, suatu rencana yang tersusun secara baik dan terstruktur. Ini terlihat dari status Indonesia pada era Orde Baru yang ekonominya berkembang pesat, sebuah bukti dari keberhasilan Repelita.

Setelah Repelita, apa yang akan kita lakukan? Kita tidak punya rencana apapun juga. Reformasi yang dikobarkan oleh mahasiswa hanya mampu menggulingkan rezim otoriter saat itu. Tidak ada upaya yang konkret untuk membangun Indonesia secara keseluruhan bersama-sama. Setiap tahunnya yang ada hanya menuntut dan menuntut pemerintah untuk menyelesaikan kasus ini dan itu.

Fenomena di atas adalah akibat dari serba keterburu-buruan, yang tidak memikirkan apa yang selanjutnya akan kita lakukan. Padahal apabila semua direncanakan, mungkin 10 tahun kita Reformasi, kita bisa mengalami stabilitas politik dan ekonomi. Rencana adalah kata kuncinya. Namun bicara saja tak ada gunanya kan? Kita semua tahu itu. Maka dari itu, rencana yang saya buat dibawah ini  semoga dapat berfungsi. Di bawah ini adalah sebuah saran kreatif dari saya.

Yang pertama harus kita sadari adalah, apa yang dibutuhkan negara ini untuk sukses? Populasi kita ratusan juta. Apa kah itu tidak hebat? Hebat kalau dapat diberdayakan. Pemberdayaan SDM kita ini harus didukung dengan sebuah edukasi yang tepat. Maka dari itu edukasi ini harus menyeluruh dan informatif. Menyeluruh berarti semua lapisan masyarakat dapat merasakan nikmatnya mengenyam pendidikan, dan informatif berarti segala ilmu pengetahuan yang ada harus dan wajib diketahui oleh para pelajar. Sering kali, para pengajar benar-benar tega dengan sifatnya yang pelit ilmu, ini yang saya kesalkan dari para pengajar.

Kedua, memaksimalkan potensi utama negara sebagai kekuatan utama perekonomian. Setelah tadi semua masyarakat dibekali ilmu, saatnya mereka diajak untuk memanfaatkan secara maksimal kekuatan utama perekonomian kita, yaitu pertanian dan perikanan. Luas wilayah kita sebenarnya mendukung pertumbuhan perekonomian kita, NAMUN jika benar-benar dimanfaatkan dengan baik. ZEE yang kita punya dari Deklarasi Djuanda benar-benar menguntungkan kita, tanah yang subur memungkinkan kita untuk bertani, berkebun, dan bahkan berternak. Karena minimnya informasi, kita tidak tahu apa yang menjadi potensi negara ini kan?

Ketiga, saya heran kenapa Indonesia tidak menerapkan Wajib Militer (Wamil)? Yang ada akhirnya pemerintah kecolongan dengan pelatihan prajurit gerakan separatis. Nilai lebih dari diadakannya wamil menurut saya adalah rasa cinta tanah air, serta pengetahuan lebih terhadap negeri-nya sendiri. Wamil ini melatih rasa disiplin, berani, tegas, mandiri, dan kalau bisa rasa jujur. Penyakit buruk kita yang disebabkan penjajahan bangsa Belanda yaitu rasa malas, tergantung pada pihak lain, dan penakut. Sehingga wamil adalah obatnya menurut saya.

Tiga hal di atas adalah sebuah rencana yang menurut saya bukan rencana jangka pendek seperti Repelita. Rencana saya itu merupakan kegiatan yang harus dilakukan seterusnya, tidak terbatas pada jarak 5 (lima) tahun saja. Jadi siapapun presidennya, harus terus konsen terhadap tiga hal di atas.

Pendidikan merupakan syarat yang harus dipenuhi apabila ingin negara ini sukses. Pendidikan dapat menekan angka pengangguran, kemiskinan, kriminalitas, kesenjangan sosial, dan inilah yang membuat kita akan merasakan suatu kemakmuran.

Lalu negara kita adalah negara maritim dan agraris, dua hal tersebut lah potensi yang harus kita maksimalkan. Sayangnya kita lebih terfokus pada kegiatan industrial yang banyak menyita lahan dan merusak alam. Kita seharusnya sudah menyadari hal itu, karena ini menyangkut lingkungan sekitar kita.

Selain itu, kekuatan militer merupakan salah satu unsur kekuatan nasional kita. Militer kita diharapkan dapat melindungi kita dari segala ancaman, yang kalau dulu ancaman bisa dari luar, namun sekarang bisa dari dalam, seperti gerakan seperatis, bencana alam, dan sebagainya. Kedaulatan nasional menurut saya juga ditentukan dari kuat tidaknya pertahanan negara kita, maka dari itu, belajar dari pengalaman kita tahun 1999 saat Timor-Timur lepas dari Indonesia, kita harus lebih sigap terhadap issu-issu yang berkembang, terutama issu yang mengancam kedaulatan negara ini.

Tidak mustahil menurut saya, dalam waktu 10 tahun saja Indonesia dapat menjadi negara maju dan meninggalkan status negara berkembang jika mengikuti langkah-langkah diatas. Saya akui rekomendasi saya untuk negara ini butuh penyempurnaan, dan inilah yang kita perlukan sekarang selain banyak saran dan kritik, yaitu sikap kerja sama yang menandakan pulihnya krisis kepercayaan diantara kita.

Tags: , , , , , , , , ,

49 Responses to “Indonesia Berencana”

  1. dinda says:

    yaaa kurang lebih setuju sama semua opini lo bud
    terus kalo wamil diberlakukan lo mau sukarela ikutan nggak?

    kalau demi kemajuan bangsa, ya ikut dong.

  2. Uchan says:

    PertamaXXX

    jarang-jarang gw pertamaXXX di tempat blog orang ganteng :lol:

    _________________
    Zaman orba emang keliatannya kita maju bud. Tapi sebenernya kita kropos banget. Utang negara dianggap pemasukan negara.

    Kalo konsep jangka panjangnya pak harto emang bagus. Tapi rencana jangka panjang kyk gitu bisa terwujud melalui kepemimpinan yg otoriter. Kalo kita mau kayak gitu lagi, berarti kita mundur lagi soal demokrasi di Indonesia.

    Musuh kita sebenernya cuma 1, kesiapan diri kita di era blak2an dan keberanian bernurani

    memang, kita merasakan kemajuan dan juga menelan pahit dari otoritarianisme saat itu, dan jangan sampai kita hanya mengeluh dan terus mengeluh, justru kita harus beranikan diri untuk bangkit dari keterpurukan sekarang.

  3. Uchan says:

    cih, dimoderasi

    untuk keamanan, harus dimoderasi.

  4. masmoemet says:

    kalo yang diatas sono masih mikirin kantong sendiri, ya sama saja alias sami mawon

    nah, kan bentar lagi mau pemilu tuh, yang di atas sono bakal diganti sama produk baru yang Insya Allah ga mikirin perut ama dompet sendiri. (semoga)

  5. farid yuniar says:

    satu yang belum di bahas, bagaimana KORUPSI menjadi hambatan utama di Indonesia….

    Apa guna berencana ini itu, ke sana ke mari, KALAU, pejabat nya, tetep KORUPSI, uang nya di tilep sendiri…….
    You know lah……
    Tapi apakah kemudian menjadi pesimis? Tidak……Indonesia masih punya orang-orang jagoan…seperti anda yang bahkan merencanakan sesuatu yang sangat baik untuk negeri ini….!!

    haha, terima kasih. dan memang korupsi ini yang menjadi budaya buruk bagi Indonesia, maka dari itu saya merencanakan untuk diberlakukannya wamil agar mental kita tidak mental egois.

  6. Paams says:

    hmm bud, bukannya kita lebih cocok negara dunia ke-3?hehuauehuehauehuaehuaehuaea
    dan yeah, gue setuju pendidikan paling penting! tapi memberi pendidikan ke ratusan juta orang…ga semudah yang kita bayangkan…
    menurut gue kendala kita yang juga besar itu jumlah kita yang buanyaks banget. singapure yang sekecil itu aja bisa maju dalam waktu cepat. kita? saking banyaknya sampe ribet sendiri kali ya? hahaha pusing pusing pusing

    ya sesuai dengan luas wilayah kita kan? orangnya banyak, ya wilayahnya harus gede dong. dan adalah suatu keberhasilan yang gumilang kalau penyebaran pendapatan, penduduk, dan segala sumber daya dapat merata.

  7. muty says:

    mengutip kata-kata seorang dosen: ” gaya kepemimpinan seorang pemimpin merupakan cerminan dari rakyatnya”, artinya, klo rakyatnya buruk, ya pemimpinnya pasti jd buruk juga begitu juga sebaliknya. mungkin banyak yg tidak setuju dengan pernyataan ini, tp mungkin ada benarnya juga.

    kita lihat saja pemimpin kita sekarang yg kurang tegas dan plin-plan, tp kita juga sebagai rakyat jg harusnya bisa lebih mandiri (no offense..)

    jadi sebenrnya, kalau mau membuat Indonesia menjadi negara maju, kita perbaiki dulu moral bangsa. betul, dgn pendidikan. pendidikan harus merata, kalau bisa malah diwajibkan smp ke perguruan tinggi. karena pendidikan adalah dasar dari segalanya. tanpa pendidikan kita hanya akan menjadi orang yg ‘buta’ dan masyarakat yang ‘buta’ tidak akan pernah bisa maju.

    selain itu yang perlu dibenahi adalah bidang kesehatan dan pangan. bagaimana masyarakat bisa belajar dengan perut yang kelaparan dan kesehatan yg buruk?

    intinya, benahi dulu bidang- bidang dasar seperti pendidikan, kesehatan dan pangan setelah itu barulah yang lain- lainnya. karena 3 hal itulah dasar membentuk masyarakat yg bermoral tinggi serta siap untuk maju.

    memang masalah pangan dan kesehatan tidak saya masukan, karena menurut saya itu adalah bagian dari berhasilnya pendidikan di masyarakat. kalau masyarakat cerdas, saya yakin tidak akan ada lagi kelaparan dan penyakit menular.

  8. wiwiek says:

    wahhhhhhhhhhhh budddddddddd kayanya jiwa pemimpin megang banget dahhhhhhhh!!!! i ll choose u deh…hahahahahaah,,,

    haduh, haduh, ada yang OOT nih, ck ck ck, tolong ya fokus sama konten!

  9. Dharma says:

    Hmm,, mengenai para pengajar yang ‘pelit’ ilmu, sebenernya gak ada orang yang pelit ilmu loh bud..
    tergantung bagaimana kita melakukan approach atau pendekatan nya aja gimana ke para pengajar itu..

    Kalau berhasil menarik simpati atau dengan kata lain, bisa mengambil hati si ‘pengajar pelit ilmu’ itu,, gue jamin, gak usah repot-repot buat minta di ajarin.. PASTI di ajarin!! walaupun terkadang si pengajar pelit ilmu itu menggunakan cara yang ‘tidak biasa’ atau ‘di luar kebiasaan’.. sehingga lu tetep ngerasa kalo lu gak dapet ilmu nya, padahal si pengajar itu sedang menurunkan ilmu nya ke lu.. dan sebaliknya, si pengajar tidak terlihat seperti sedang menurunkan ilmunya, tetapi sebenernya, dia sedang memberi lu ‘pelajaran’

    yaa pasti lu tau apa yang gue maksud kan??

    Nah, mengenai wajib militer. Yang pengen gue tanya, apakah lu bisa menjamin kalau kadar emosional penduduk indonesia sudah benar-benar stabil?? Dari contoh-contoh kasus yang gue liat di tivi, polisi, yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat, malah seenak jidat gitu jeder-jeder pistol, dan nembakin orang di skitarnya..

    Dan yang lebih ironisnya lagi, alasan mengapa mereka bertingkah seperti koboi lepas kandang gitu sebagian besar disebabkan oleh faktor kejiwaan dan emosi yang tidak stabil. Contohnya adalah, gak usah jauh2. Ada polisi yang mergokin istrinya selingkuh, terus dia ambil pistol, kemudian menembak mati istri dan selingkuhannya. Habis perkara.

    Nah, dari contoh kasus seperti itu, apakah bisa pemerintah menjaminnya?? ditengah kondisi rakyat yang sekarang ini dalam keadaan tidak stabil akibat krisis global dan himpitan biaya hidup yang makin menggila??

    Sekarang gue kaitkan dengan wajib militer. Apabila wajib militer di berlakukan, berati, makin banyak orang yang bisa menggunakan senjata, sementara kita tahu bagaimana kadar emosional dan kejiwaan masyarakat indonesia sekarang ini : AMAT SANGAT LABIL!!!

    Memang, orang-orang yang ikut wajib militer merupakan orang-orang yang dipilih, dengan arti, sehat jasmani, sehat rohani, serta sehat akal. Tapi tidak menutup kemungkinan kan? kalau ada suatu saat dimana keadaan (jasmani, rohani, akal) orang yang pernah ikut wamil itu berubah karena pengaruh lingkungan sekitar??

    Sukur-sukur kalau ia masih bisa mempertahankan kewarasannya. Kalau dia tiba-tiba collaps karena gak kuat lagi ?? dan kembali melakukan tindakan koboi liar karena dia bisa menggunakan senjata karena dia pernah ikut wamil??

    Gue gak bisa bayangin nanti kalo malah banyak orang yang menyalah gunakan keahliannya dalam mengoperasikan senjata..

    Sekian dari saya..

    menurut saya, justru pendekatan harus dilakukan kepada anak didik, sangat salah bagi saya kalau saya sampai harus mencuri hati pengajar. bisa terjadi konflik antarteman tuh.

    selanjutnya, untuk wamil. wamil haruslah mempunyai kurikulum yang tepat, agar selepas dari wamil tidak ada human error karena masalah labilnya jiwa seseorang. pribadi memang susah ditebak, namun penekanan dari diadakannya wamil adalah, membentuk mental kita agar tidak rusak.

  10. presy__L says:

    gw berasa baca koran..

    kata dosen gw..indonesia tuh langsung pake cara cepet..langsung sok-sok bangun perekonomian..
    padahal masalah finansial itu merupakan dampak atau hasil terakhir dari kegiatan2 yg semestinya dilakukan sebelumnya.. ya contohnya itu..dimulai dari manusia-nya sendiri dulu. Dari perspektif inovasi pembelajaran (SDM diberikan pendidikan) -> lalu SDM itu harus berproduktivitas, setelah produktif harus memberikan kualitas yang baik. lalu jika kualitas yg ditawarkan SDM itu baik, finansial akan maju dengan sendirinya kan ?

    oiya..setuju sama farid.. orang2 indonesia sekarang kebanyakan korup. apa aja dikorupsi termasuk waktu. kayanya itu dah budaya.. entah gimana caranya ngilangin budaya jelek itu biar indonesia ga dicap jelek mulu..

    hmm, jadi pembangunan karakter SDM yang baik akan membuat ekonomi kita berjalan lancar? nah, saya rasa itu lah yang menjadi cara untuk menghilangkan budaya korupsi, yaitu dengan pendidikan yang diberikan kepada SDM dan pembentukan mental melalui wamil.

    .

  11. dita_disini says:

    emang kalo indonesia ada wamil, kau mo ikut??? *menatap penuh curiga*

    Insya Allah ikut.

  12. Shintung says:

    wow. komennya pd panjang2 bgt.

    ehm.. oom budi. kapan nyalon presiden nih? ehehe.

    iya nih pada panjang, tapi ya bagus, jadi bertukar ide.
    saya jadi calon presiden? nanti kalo udah gede, hahaha.

  13. Mimpi jadi presiden!!!
    jadiin gue wakilnya!!!
    pasti aman, ato baca aja blog gue ini
    http://fachrulhilate.com/artikel-lain/andaikan-aku-jadi-presiden/
    salam

    lho? kalo mimpi ya gpp, anda saya jadiin wakilnya, hahaha.

  14. gogon says:

    selama para bapak masi ngerokok di area publik didepan anak2nya, selama para ustadz masi ngotot pake peci kalo naek motor dan gak mau pake helm, selama para ibu masi nyalip antrean dengan alasan “gue kan perempuan!”, gw jamin negara ini gak akan maju. karena orang2 yang seharusnya memberi contoh baik pada generasi terpenting negara ini malah justru memberi inspirasi paling dasar untuk menjadi koruptor nantinya disaat dewasa.

    saya menangkap inti dari pendapat mas gogon, yang penting contoh yang baik kan? untuk hal-hal kecil seperti di atas kita memang sering menyepelekannya, padahal itu menjadi cerminan pribadi kita.

  15. Fai Tampan sangad... says:

    bud (saya yang masalah ekonomi aja deh)…dari data yang gue dapet pas magang sekarang…kita BARU bikin LAPORAN KEUANGAN INDONESIA taun 2004…jadi dari taon 1945 sampe 2003 kita gag ada laporan pertanggungjawaban keuangan negara sama sekali…CMIIW

    nah mari kita pikir..bagaimana kita bisa bertahan sedemikian lama tanpa ada laporan pengelolaan keuangan negara???? duit yang masuk dan keluar selama ini?? kemana? untuk apa?
    wajar aja kan…bgini jadinya??? kesenjangan sosial gede bgt, akibatnya juga sangat parah…

    tapi menurut saya yang paling penting benahi mental penduduk secara umum dulu lah…dari hal2 kecil dan mudah..kayak masalah disiplin diri, kebersihan, kelengkapan berkendara dll…gak sulit kok asal mau…

    kalo 2 juta aja orang indonesia dari 260an juta) bisa memperbaiki dari hal2 kecil bgitu…saya yakin Indonesia bisa lebih baik dari sekarang…

    untuk hal-hal kecil aja kita ga peduli, apa lagi dengan laporan keuangan. saya juga merasa kita kurang peka terhadap hal-hal kecil namun urgent, padahal itu yang menopang bangsa ini.

  16. Hangga says:

    Apanya yg berhasil dari repelita..?!?!

    Orang buat bayar total hutang 135 Milyar USD aja GDP kita saat itu(krisis moneter 1997) ga mencukupi..

    Berarti hutang luar negeri yg dijadikan tumpuan untuk repelita sebenarnya telah direduksi dan mengalami distorsi pembangunan fundamental habis2an, atau dengan kata lain 10% dari hutang luar negeri yg dimana alokasi hutang tersebut pembangunannya tidak diserahkan kepengelolaannya kepada Rakyat Indonesia sebagai Chief Executive Management melainkn kepada Multinational Corporation referensi atas IMF dn World Bank, telah dikorupsi habis2an oleh suharto dn kroni2nya.

    Kerusakan inilah yg menyebabkan pemerintah indonesia pada saat ini mau-tidak mau menerapkan sistem kapitalisme liberal untuk mengambil profit sebanyak2nya dari daya beli rakyat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Semakin sedikit rakyat yg memiliki daya beli dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar hidupnya karena biaya yg semakin tinggi, semakin untung pemerintah. Untuk apa profit tearing/penga,bilan untung secara besar2an terhadap rakyatnya sendiri ini?! Tak lain dan tak bukan adalah untuk mempertahankan dan menambah jumlah pasokan cadangan devisa negara dalam bentuk dolar AS, yg bertujuan untuk menjaga kurs nilai tukar mata uang Rupiah thdp Dolar AS.. Tujuannya apa? Agar harga Impor bahan mentah dn harga impor spare part manufaktur teknologi semakin murah.. Murah untuk apa?! Murah untuk mempertahankan dn mempertinggi roda perekonomian domestik, dimana pelakunya yg signifikan untuk menambah pendapatan negara hanya segelintir org/kelompok itu2 saja.. Untuk apa pendapatan negara? Untuk membiayai APBN terutama untuk subsidi harga kebutuhan pokok rakyat..

    Inilih lingkaran setan atau buah simalakama yg diwariskan oleh Suharto dn Orde Baru.. Rasakanlah kronologi Kesengsaraan kalian.. Sadarilah bahwa ini adalah akibat repelita yg kalian agung2kan itu.. Repelita itu adalah semu dn permainan sulap belaka..

    Tnx

    Hanggardityo

    Capres RI 1 2019 dn 2024.

    ho ho, tampaknya dendam sekali mas hangga, tapi kalau kita cuman nginget kebusukan para penjahat itu, dan walaupun memberikan informasi tentang kejahatan masa lalu, tapi tidak berbuat apa2, saya akan segera bikin pasport dan pindah ke negara lain.

  17. wah, klo untuk masalah ini, gw no comment deh…
    tapi dikit aja deh…mungkin klo pemimpin negara kita bisa melihat negara kita untuk memajukan dan menertibkan rakyatnya, gw rasa Indonesia bisa jadi negara super power kayak negara Paman Sam..hehe…

    ah,udah ah..gw gak ngerti politik!

    haha, kita selalu berharap demikian, namun lama juga realisasinya.

  18. bloggembel says:

    direncanakan tapi harus dijalankan … :d

    om kalo capres kaya om… gue dukung nh om… :D

    siap jadi tim sukses nya… :d

    Insya Allah, woooh, ga ada modal kalo harus jadi capres, hahaha..
    baru angan-angan aja udah ada yang dukung, gmn kalo beneran, hehe..

  19. Anang says:

    amin..
    semoga indonesia bisa maju…
    rakyat makmur hidup tenteram dan sejahtera……

    amin, amin juga, dan amin lagi.

  20. antown says:

    secara fisik gw gak mampu ngikuti wamil, kalo watif gw ngikut dah. watif itu akronim dari wajib kreatif. btw, nice posting bud!!

    besok bikin yang lebih keren lagi ya, kita haus akan tulisanmu hahaha..

    haha, watif ini nih yang jarang, memang mas anton selalu bisa diandalkan, hahaha..
    Insya Allah kalau saya semakin pinter, saya bikin tulisan lain.

  21. Achiee says:

    Ga mudah emang jd pemimpin, apalagi mimpin sebuah negara yang terdiri dari banyak orang. I mean beneran banyak.

    Tulisan lo ini bud, sebenernya bs jadi refleksi banyak orang. Begitu gw baca, gw jd ngaca. Sudahkah gw berlaku baik. Paling ga memunculkan kesadaran berlaku baik. Mulai dari hal kecil aja, ky ga bohong, menjaga kebersihan, keterbukaan.

    Hal yg menurut org ga penting tp itu bs jd basic lo utk ga ngelakuin hal hal bodoh ky korupsi dan teman temannya.

    Thx eniwei bud bwt tulisannya. Secara ga langsung lo sebenernya suda menjadi pengajar dgn menshare apa yg lo tau.

    Eya ga da pengajar yg pelit ah bud. Pengajar itu bukan orang yg paling tau dan paling benar. Hanya secara waktu, mereka lebih dulu tau ilmu ilmu tersebut dbanding kita. Tugas mreka bukan mengajar kita, tapi mentransfer apa yg mereka tahu lebih dulu. Kalo mw tjadi kesinambungan dan keselarasan maka lo jg harus mau belajar.

    Huehehe. Kayanya klo lo jd salah satu orang yg memimpin negara, negaranya bakalan maju deh. Kapan lulus kuliah bud? Nanti gw pilih lo deyh :p

    haha, mungkin bisa dibilang saya curhat untuk masalah “pengajar yang pelit ilmu”, dan itu kesannya saya tidak tahu diri sama jasa-jasa guru kita, tapi saya tidak bermaksud membuat orang berpikiran sama seperti saya. cara mengajar mereka saja yang saya kesal, membuat saya tidak mau menyebut mereka bapak/ibu guru.

  22. mela says:

    hehe..
    dasar si budi…

    jadi lo mau ikutan wamil???
    bagus juga sih kalo ada wamil…
    apalagi yang sukarela..
    kan jadi aman tuh indonesia..
    hagaggagagaa,,,
    tapi yang lebih baik sih..
    baikin dulu tuh bud,,
    sistemnya..
    dan orang-orang didalemnya kalo mau jadi negara maju..
    hehehehehe..
    klo udah ngga ada korupsi n rakyat miskin..
    kayaknya ngga terlalu susah buat kita untuk satu..

    hehehhehe..
    ngga terlalu ngerti politik..
    tapi korupsi itu lho..
    ngga tahan dengernyaaa…
    (^_^)

    hehe, tetep ya kita terlalu konsen dengan korupsi. tapi kalau mela mau kita jadi satu, korupsi akan hilang dari kamus besar bahasa indonesia, dan politik tidak akan lagi menjadi sesuatu yang mumet.

  23. angga says:

    hemmmm,….. ngga nyangka deh.. bisa punya pemikiran yang keren kaya gitu… becanda bagus ko…

    mudah2an sih ada pejabat yang ngga sengaja buka ni blog… AMIIIINN..

    baca awalnya langsung inget ka diet..

    btw, angga yakin deh sama budi… setuju juga deh sama wiwik, hehehe…

    salut bud…

    apa toh iki? haha, ga ngerti deh, yakin dan setuju apa?

  24. defy shinta says:

    kalo pemimpinnya udah bener tapi bawahannya gag bener sama aja boong

    jadi harus gmn dong biar bawahannya bener? pemimpinnya kan udah bener.

  25. bd says:

    dah kamu jadi presiden gih, minimal turunin harga2 lensa & kamera… hehehe

    haha, terus kabinetnya dari anak-anak fotografer.net dong, hahahaha..

  26. h4rold80 says:

    Wah. rencana indonesia yang dilontarkan oleh pemikiran budiernanto sangat bagus, dan saya sangat setuju akan hal itu. Melalui pembenahan pendidikan, pemaksimalan potensi utama untuk perekonomian yang kuat, dan wajib militer untuk menumbuhkan rasa nasionalisme seluruh rakyat khususnya pada generasi muda — yang saya sempat saksikan sendiri rasa itu sudah mulai pudar saat ini.

    Sebenarnya semua itu bisa terwujud dengan satu kata kunci “kemauan”. Hehehe.. jelas seperti “ayam dan telur” yang manakah yang perlu didahulukan?

    Pendidikan, untuk mencapai suatu pendidikan merata perlu anggaran negara yang besar. Sekarang bagaimana mau mencapai suatu pendidikan yang adil merata bila terbatasnya tenaga pengajar profesional? karena sekarang sedikit sekali pengajar yang bisa dibayar dengan ucapan terimakasih. Dan saya melihat pemerintah seakan enggan untuk mendongkrak anggaran untuk sektor pendidikan, dengan berbagai alasan semi-klasiknya.

    Pemaksimalan potensi ekonomi seperti yang telah dijelaskan diatas, tidak akan dapat berdiri sendiri tanpa topangan dari sektor lain seperti stabilitas keamanan negara dan tingginya kualitas SDM bangsa ini — yang lagi-lagi berujung pada ekonomi.

    Gangguan keamanan yang kerap melanda acap kali membuat pelaku ekonomi (orang yang bermodal besar) enggan untuk menginvestasikan modalnya. Mereka lebih memilih untuk berinvestasi di negara yang aman untuk mengurangi resiko bisnis. Lalu apa yang membuat munculnya teror keamanan? Sekali lagi ekonomi sangat berperan disini dan terbersit suatu opini sederhana yaitu, “orang pada umumnya, kalo perutnya dah kenyang terisi, cenderung akan diem, duduk manis dan tenang” Dah jelas, ekonomi yang tidak merata menjadi salah satu penyebab adanya gerakan separatis dan teror keamanan, selain penyebab lain seperti ideologi yang prinsipal.
    Lalu SDM berkualitas juga sangat menopang laju perekonomian yang lagi-lagi berujung pada mutu pendidikannya. Bicara soal pendidikan bermutu, kembali lagi ke poin awal. hehehe

    Wajib militer, juga diperlukan biaya yang tidak sedikit yang musti dikeluarkan oleh negara. Para relawan itu juga perlu makan, digaji oleh negara.

    Kesimpulan.

    Semua rencana diatas saling berkait satu sama lain. Memecahkan masalah bangsa ibarat mengurai untaian benang kusut. Tapi meskipun begitu tetep selalu ada prioritas yang mana yang musti dibenahin lebih dulu. Ekonomi merupakan faktor kuat yang dapat memajukan suatu bangsa, tapi untuk menuju perekonomian yang kuat diperlukan SDM berkualitas yang lahir dari pendidikan bermutu dan jaminan kesetabilan keamanan — yang keduanya berhulu dari ekonomi yang adil dan merata.

    Terlepas dari semua itu, ada satu faktor yang ternyata juga dapat berpengaruh sangat besar pada perubahan, yaitu “kemauan”, dan ini hanya dapat dipertanyakan pada diri kita masing-masing. Berapa banyak jumlah sarjana di indonesia? Berapa banyak tenaga ahli di indonesia? Berapa besar potensi SDM dan SDA yang dimiliki bangsa ini? Jumlah itu saya pikir sudah sangat banyak, sarjana sudah banyak banget, baik yang berkualitas maupun yang kurang berkualitas. Apakah itu semua belum cukup untuk membangun sebuah indonesia raya? Kemauan kita untuk berubahlah yang masih kurang, diakui atau tidak, mental inlander yang sudah lama mengendap di kepala ini, menjadikan budaya “menunggu”, tanpa upaya konkret untuk melakukan sesuatu yang berarti. Budaya saling menunggu, baik pemerintah dan juga rakyatnya.

    wah, ini yang dikritik ternyata ekonomi negara, saya juga bingung yang mana dulu yang harus dibenahi. tapi kalaupun semua harus dibenahi (kayanya ribet ya?) ya benahi semua!

  27. erna says:

    …………….. Sering kali, para pengajar benar-benar tega dengan sifatnya yang pelit ilmu, ini yang saya kesalkan dari para pengajar.
    Budi, mungkin ini disebabkan kurangnya pengembangan diri para pengajar , sehingga ilmu pengetahuan yang dikuasai dan ditransfer kepada para siswanya menjadi tidak mutakhir.
    Solusi untuk mengatasinya yaitu negara kita harus dapat mengusahakan pendidikan murah (syukur kalau bisa gratis) yang mencakup biaya dan pengadaan buku pelajarannya sampai ke jenjang pendidikan tinggi, sehingga semua komponen bangsa bisa mengenyam pendidikan yang memadai. Selanjutnya secara rutin diadakan kegiatan/pelatihan yang dapat menggairahkan, meningkatan dan memutakhirkan (meng up-date) pengetahuan para pendidik agar apa yang diajarkan pada muridnya BUKAN ILMU YANG BASI

    ……….Iiiiiiiiiiiih wamil ? kalo aku sih amit2 ogah banget disuruh bawa senjata. Tapi kalau meningkatkan kecintaan pada tanah air sih OKE banget.

    Kalau menurut aku sih, yang perlu ditambahkan lagi:
    - Rasa memiliki dan kecintaan pada negara tercinta Indonesia , sehingga kita tidak begitu saja menyerahkan kekayaan alam kita kepada bangsa lain. Potensi alam habis2an dikeruk dan dibawa ke negara orang, sedangkan kita hanya diberi upah sekedarnya. Makanya kemiskinan tetap masih dalam genggaman.
    - Rasa saling hormat dan menghargai, sehingga orang tidak seenaknya aja korupsi , para oknum pejabat tega makan uang rakyat, dan dengan kuatnya rasa saling hormat dan menghargai antar sesama , maka para profokator yang mau membuat negara kita amburadul ‘ga mempan lagi. Karena modal besar sudah kita miliki yaitu kecintaan pada “satu nusa, satu bangsa , satu bahasa kita yaitu Indonesia”. kita harus bangga karena dari sabang sampai merauke yang begitu luas dengan bermacam ragam suku dan bahasa daerah, kita tetap dipersatukan dengan bahasa Indonesia yang memungkinkan siapa dan dimanapun berada, tetap bisa saling berkomunikasi dengan lancar. itu merupakan suatu hal yang membanggakan dan mengagumkan. Bangsa mana yang bisa seperti itu yang mampu memliliki bahasa persatuan sendiri (bukan bahasa inggeris, perancis atau mandarin).
    Trus dengan saling hormat dan menghargai, mudah2an orang kaya tidak tega bermewah2an dengan memamerkan rumah dan kendaraan yang aduhai seharga milyaran kepada tetangganya yang tinggal digubuk dan untuk makan sehari2 pun mereka harus mengais-ngais sampah.
    - Rasa ingin memelihara apa yang sudah kita miliki..
    yaitu memelihara semua kekayaan alam yang sudah dikaruniakan Allah swt kepada bangsa indonesia. Sehingga ilegal logging, pembakaran hutan, perusakan terumbu karang ataupun kebiasaan mengotori sungai dengan sampah yang menggunung bisa dicegah.
    Juga memelihara wilayah pulau2 terluar dan kekayaan budaya yang sudah kita miliki, sehingga tidak ada yang dicuri dan dipatenkan orang lain. saat ini kita sudah kecolongan pulau Sipadan Ligitan, batik, tempe, sambal, kerajinan perak Bali dst, yang bahkan bila kita memproduksi dan memasarkan produk tersebut, bisa dituntun karena sudah menjadi hak paten bangsa lain. ……………… menyedihkan sekali

    yaa, sodara-sodara, yang di atas ini adalah ibu saya, hohoho. jadi ada satu yang saya sembunyikan dibalik tulisan yang saya buat ini, yaitu budaya. budaya ini akan lahir dari peradaban yang maju karena suksesnya transfer ilmu, dan ini harus kita pahami, karena pendidikan selain mengajarkan sejarah dan budaya juga akan menghasilkan karya cipta anak bangsa.

  28. edho says:

    stuju gw ma 2rncna awal,,,,,,,,,,,
    tp mnrt gw smwa rncna itu gak bakal brjalan lancar klo mental2 org indonesia msh kyk skrg,,,,,,,,,,,,
    jd klo mnrt gw seh hrs ada sbuah rncna bwt prbaikan mental2 org indonesia,,,trutma yang diatas sana,,,,,,,,
    soal wmil,,,,apa gak ada cara laen bwt nglatih disiplin orang????
    takut ahhh wamilll,,,hehehehe
    pisss

    ada cara lain, kalau orang-orang punya kesadaran diri yang tinggi, jadi ga perlu repot2 wamil kan?

  29. Hangga says:

    Bud.. Yg telah sy sampaikn adalah fakta. Sebagai manusia, memang ada sedikit rasa dendam, tapi itu adalah wajar sebagai manusia yg mempunyai perasaan, jika kita semua memang menyadari bahwa Indonesia memang pernah mengalami sejarah kelam genosida yg lebih parah dari semasa penjajahan Belanda dn Jepang.

    Saudara Budi yg sy hormati, sejatinya, jika anda ingin tahu solusi anti orde baru, bisa anda lihat di catatan2 sy di Facebook, namun, salah satu solusinya pasti sudah anda temukan dalam komentar sy diatas. Yakni, jangan tergiur untuk menerima hutang dalam rangka menjaga besaran cadangan devisa negara dengan nominal tertentu USD.

    Sejatinya, secara kolektif apapun metodenya, kebijakan fiskal yg lebih progresif, yg lebih meringankan penduduk Indonesia golongan Menengah kebawah, dn lebih menitik-beratkn pada korporasi lokal yg sudah mapan, atau ide kolektif model zakat, wakaf, dll. Yg demikian adalah lebih baik daripada menerima pasokan Fresh Fund dengan pengembalian yg lebih mencekik dn lebih rawan akan terbang lagi modal tersebut/capital flight.

    Sejatinya pengoptimalan asset2 produksi nasional, sudah seharusnya berasal dari kekayaan/profit yg dimiliki nasioanal dn bukan dari asing. Terlalu banyak jiwa yg akan dipertaruhkn jika anda tetap berpikiran untuk masih mengikuti tata aturan main Imperialisme global.

    Semoga bermanfaat.

    Tnx.

    wah wah, terima kasih sudah berkunjung kembali. tapi kita jangan sampai debat kusir ya di sini, haha.. saya setuju dengan mas hangga, jangan tergantung dengan utang yang menjerat, kok ya bisa kita dulu bangga dengan hutang? saya menerka anda lebih menekankan pada pengembangan wilayah domestik yang nantinya mendukung ekonomi negara. dan yang mau saya tanyakan (kalau anda mau bermain lagi ke sini), adakah resep imperialisme global selain resep IMF?

  30. kita says:

    Hemm,,gua komenin wamilnya kali ya..

    gua kurang setuju!

    itu aja bud…

    hahahahahahahahah *kabur sebelum di tembak budiernanto*

    haha, emang kenapa?

  31. a says:

    Salam Kenal…. :?
    lestarikan Indonesia..go Green Indonesia.. :P

    salam kenal juga, iya lestari dan go green, hahahaha..-.-”

  32. anto84 says:

    wah aku malah setuju yang rencana tadi..harus direncanakn dulu baru bertindak..salam kenal om???liat blogq jug om

    mari bertindak, soalnya rencananya udah ada. salam kenal juga, ok Insya Allah ke TKP.

  33. wiraseto says:

    WAMIL DI INDONESIA????? gw yakin masyarakat indonesia apalagi jakarta daripada ikut wamil, mendingan mereka pergi ke mall atau ga nongkrong sama temen-temenya yang lain di warung pojok, atau ga mendingan dia pergi nonton 21 atau ngga XXI.. masyarakat indonesia sudah terbiasa dengan buang duit.. itu yang sulit dirubah..

    yaa, itu kan kalo macemnya ABG di ibukota sama di kota-kota besar lainnya.

  34. usna says:

    setuju,modal utamanya adalah pendidikan! (ada tapi nya nih,hehe)semua rencana akan terlaksana dengan baik asalkan setiap individu memiliki kesadaran dan keyakinan untuk maju, tidak hanya dalam berkata namun relisasikan dalam TINDAKAN! tapi, bagaimana menumbuhkan kesadaran itulah yang sulit.menumbuhkan kesadaran masyarakat indonesia untuk membuang sampah pada tempatnya aja sangat sulit,apalagi menumbuhkan kesadaran untuk memikirkan suatu perubahan yang lebih baik bagi indonesia?tapi… untungnya masih ada jg yang memikirkan indonesia untuk lebih maju.hoho salut!kita adalah d’next generation!berani berencana, berani bertindak!

    wah, saya suka kata-kata berani berencana, berani bertindak. semoga kata-kata itu ada di dalam diri kaum muda seperti usna dan kawan-kawan lainnya.

  35. g0m says:

    Hal yang paling mendasar bagaimana mengurangi tingkat kemalasan yang sangat tinggi di negara kita ini…. Yang kedua adalah kemiskinan, kemiskinan disini dampaknya sangat luas…
    ingat penggangguran dan kemiskinan dapat memicu orang bertindak aneh hanya untuk menarik simpati dan mencari2 hal baru… ya kalo positif, tp kbnykn kn negatif!!!

    Wajib militer untuk negara kita tidak akan menyelesaikan masalah, MENURUTKU itu hanya akan menambah masalah baru, bahkan dengan watak orang indonesia sekarang wamil akn menjadi ladang kekerasan… makanya moral sangat dibutuhkan…

    moral ->pendidikan ->usaha

    nah, itu dia. wamil di terapkan bukan sebagai arena senioritas. tapi bermaksud untuk menghilangkan perilaku buruk bangsa kita, jangan lagi wamil ini dijadikan kambing hitam dari setiap kekerasan.

  36. ridu says:

    apa?? wajib militer?? nampaknya bakalan banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan oleh pemerintah, sebelum menerapkan wamil mendingan semua pendidikan sampe SMA itu digratiskan dan menghilangkan komersialisasi pendidikan. Sehingga gak ada alesan bagi anak-anak yang gak sekolah karena biaya sekolah, dari buku sampe perlengkapan lainnya. Nah kalo program itu berhasil baru deh pemerintah bikin anggaran untuk wajib militer, orang apbn buat pendidikan kan cuma maksimal 20% aja bukan??

    hmm, sebenernya saya ragu kalo ada konsep pendidikan gratis, lebih baik murah dari pada gratis. untuk menjadikannya gratis itu tidak bisa menyeluruh, makanya lebih baik pendidikan murah saja, kalo gratis itu untuk beasiswa.

  37. warm says:

    ya ya dan siapa lagi kalo bukan kita-kita yang memperbaiki indonesia dalam rangka penyempurnaan di semua titik itu, ya mas ?

    nah, bisa dijawab sendiri kan mas?

  38. Krishna says:

    yah intinya perlu kesadaran dari seluruh pihak, tidak hanya pemerintah yang berperan dalam pembangunan negeri, kita juga pun demikian. Nah jangan saling tunggu untuk berbuat bagi negeri ini, beranilah untuk menjadi yang pertama bertindak :)

    apa yang mas krisna pertama kali telah lakukan? tidak korupsi? tidak melakukan penebangan liar?

  39. Didiet pob says:

    ada beberapa komentar yang dijamin ga keluar konteks alias melebar kemana2 dari tulisan yang sangat bagus ini:

    siapa bilang kita ga punya blue print perekonomian dalam jangka waktu panjang seperti Repelita ala Orba? mungkin temen2 bisa membaca UU No 17 tahun 2007 ttg Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (2005-2025). selanjutnya juga dijelaskan mengenai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM Nasional) adalah dokumen perencanaan pembangunan nasional untuk periode 5 (lima) tahunan, yaitu RPJM Nasional I Tahun 2005–2009, RPJM Nasional II Tahun 2010–2014, RPJM Nasional III Tahun 2015–2019, dan RPJM Nasional IV Tahun 2020–2024. meskipun di UU ini belom dijelaskan secara terperinci mengenai program2 apa saja, tp berkat kegigihan Sri Mulyani, dkk (yg wkt itu menjabat kepala bappenas) impian kita untuk mempunyai pemerintah pusat dan daerah dengan program yang lebih sustainable demi kemakmuran rakyat sedikit demi sedikit terobati. jadi bisa terhindari sebuah pemerintahanan dengan program2nya yang hanya tergantung selera si penguasa. karen pasca reformasi ketika tiap ganti presiden , maka ganti juga program2 besarnya tanpa tujuan dan arah yang berkesinambungan dan jelas. meskipun belum significant tapi kita harus angkat topi buat Bu Ani!! thx Bu ani, good job

    dlam hal melakukan perencanaan dan pembangunan ekonomi, apa yang dilakukan oleh Prof. Wijoyo Nitisastro, cs juga sangat terinci dan baik sekali. bagaimana indikator2 ekonomi kita di awal2 orde baru 1967-1978 begitu baik dengan investasi asing yang sangat besar dalam menggerakan ekonomi bangsa. sayang program2 Prof Wijoyo, cs yang mewakili kelompok teknokrat tidak betul2 dilakukan oleh soeharto karena banyak pihak lain yang mampu mempengaruhi pak harto utk menerapkan metode ekonomi lain selain apa yang sudah direncanakan kaum teknokrat. apalagi pada era itu terjadi bonanza minyak yang membuat pemerintah kebanjiran duit karena harga minyak naik. maka pasca swasembada beras di era 80an awal praktis usulan dan program kelompok teknokrat ini jarang didengar oleh soeharto. untuk kemudian diganti dengan pengaruh yang besar dari 2 kelompok lain yaitu habibie,cs dgn industri strategis berbiaya tinggi (habibienomics) dan kelompok ginandjar, cs. sehingga era sentralisme ekonomipun terjadi. Jadi bagi orang2 yang menuduh bahwa perekonomian orde baru dikuasai oleh kelompok mafia berkley yang antek amerika, mohon dibaca lagi literaturnya secara lebih seksama. (sorry jadi pjg bud, krn rada ga nahan nih kapitalisme dituduh jd biang kerok)

    saya setuju dengan reorientasi pembangunan kita dari land oriented menjadi naval oriented.dan siapakah pemimpin Indonesia yang berani dengan tegas memulai untuk memberikan perhatian besar kepada masalah kelautan? jawabannya Presiden Abdurrahman Wahid. karena dari beliaulah political will untuk masalah kelautan diberikan. slah satu contoh dukungan beliau adalah dengan didirikannya Departemen Eksplorasi Kelautan, dimana Srwono Kusumaatmadja menjadi menteri pertamanya.

    kalau WAMIL?? gw ga setuju.. soalnya males mati konyol untuk ngebela negara di medan pertempuran. selain itu karena saya percaya bahwa indonesia tidak akan perang dengan negara lain.

    wah, untuk jangka menengah dan panjang itu saya baru tau, dan saya langsung googling, untuk jangka menengah saya masih harus update, karena ada dokumen yang ternyata pertanggal (dari bappenas), selain itu untuk jangka panjang saya baru menemukan dokumen rencana perbaikan infrastruktur saja, tanpa ada pembahasan terhadap hal-hal lainnya.

    kalau dilihat dari segi sejarah memang tidak ada habisnya, maka dari itu, kita yang mempunyai catatan kritis terhadap negeri ini, lebih baik membuat sejarah yang lebih baru, sejarah yang lebih baik, sejarah yang tidak memalukan, dan sejarah yang bukan skandal. terserah anda yang mempunyai pandangan baik atau buruk terhadap suatu sistem politik atau ekonomi tertentu, saya lebih menekankan untuk melakukan redevelopment terhadap negara ini.

  40. dika says:

    wah, seru juga tulisannya. jadi pengen ikutan komen.
    masalah rencana, jangka pendek kek atau jangka panjang, yang penting harus direncanakan dengan matang, jangan asal rencana. daaaan….. yang ga kalah penting, harus ditetapkan juga apa yang ingin dituju atau ingin dihasilkan nantinya. Trus perencanaan yang matang juga harus mencakup rencana penyediaan sumber daya (dana dan SDM) sarana /prasarana dan penjadwalan yang memadai sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kita..
    Nah, setelah rencana yang matang, perlu dipikirkan juga tahapan2 untuk melaksanakannya agar bisa berhasil guna dan berdaya guna sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan, sehingga hasil dari apa yang sudah direncanakan tidak menjadi mubazir. Hehehe.. Tapi jangan dilupakan lho pengawasannya, biar dana yang udah disediakan ga dikorup. tul ga????? Kalo dikorup kan SD inpres yang biayanya direncanakan untuk kualitas bangunan yang baik, ternyata hanya bisa bertahan kurang dari 10 tahun, padahal bangunan sekolah peninggalan Belanda aja sampai sekarang masih berdiri utuh. Kalau sekolah inpres pada ambruk kan bisa menghambat kegiatan pencerdasan bangsa kita nantinya
    Mudah2an kalau setiap kegiatan di negara kita Indonesia tercinta ini selalu direncanakan dengan matang dan terpadu serta dijaga kelestarian hasilnya , akan membawa Indonesia menuju negara yang makmur-sejahtera, gemah-ripah-loh-jinawi, sehingga tidak perlu lagi menjadi bangsa yang selalu tergantung pada bantuan pihak lain. semoga ….. amin

    amin, nah kalo rencana saya dijalankan ada satu lagi yang saya sengaja tidak tuliskan, karena ini menyangkut mental kita orang Indonesia, yaitu pengawasan. kita ini senengnya harus diawasi terus, ga bisa mandiri. tapi pengawasan secara formal ini penting karena menyangkut negara. tapi kalo untuk masalah kecil yang sebenarnya remeh temeh namun penting, kita tidak perlu lagi diawasi kan?

  41. Belati Putra (Serikat Sampah Ibukota) says:

    Waduh…Wacananya Bagus dan yg komen banyak benget ya…!!! Dan sialnya, semua segment yg mau gw omongin udah dibabat abis sama floor…!!! Hmm, gw coba deh pake penelusuran filsafat dalam menyikapi masalah ini…!!! Semoga bermanfaat…!!!

    Salah satu hal yg mesti di kemukakan masalah Indonesia dalam situasi yg ada sekarang ini adalah bagaimana kita menyikapi semua hal berbau “Merah Putih” ini dari perspektif secara personal sehingga kita tidak terjebak dalam mainstream apapun demi terciptanya sebuah objektivitas yg sangat berkemungkinan bisa menciptakan hembusan angin segar bagi wacana yg ada…!!! Dan dalam hal ini adalah bagaimana kita bisa menjadikan diri kita sendiri sebagai objek yg (coba) di buat superioritas sehingga pandangan umum mengenai hal-hal di dalamnya adalah sesuatu yg mungkin bisa menyelamatkan kita dari segala yg menyakitkan menyangkut permasalahan bangsa…!!! kenapa demikian…??? Ya, karena Neoliberalisme hari ini, pada negeri ini tidak pernah mengijinkan kita untuk bertindak secara komunal dan dalam lingkungan ramah tamah…!!!

    Asas komodifikasi dan kooptasi pada segala level (bahkan sampai pada hal2 yg menyangkut keberlangsungan menempelnya ruh pada jasad kita), adalah hal yg sudah lumrah saat ini…!!! Omong kosong dengan segala kompleksitas massal dimana masalah bangsa adalah masalah bersama (walaupun saya sangat SALUT pada mereka yg masih mempunyai keyakinan bahwa semua itu bisa dilawan secara komunalisasi, dan menolak untuk ter-balkan-kan…!!!)…Karena saat sebagian orang merasa perlu membela diri dari penindasan sistem yg ada, yg sebagian lagi malah tengah pulas tertidur dengan perut kekenyangan akibat ‘permasalahan’ tadi…!!! Jadi pola pikir tindak tanduk dan arah ke depan yg ada sudah sangat di dikte dengan segala sesuatu yg terkontrol dari atas dan merupakan “PEMAKLUMAN UMUM” yg entah disadari atau tidak…!!! (seperti misalnya jarang dari kita menyadari bahwa kemiskinan hari ini adalah bentuk PEMISKINAN TERSELUBUNG dimana area konfliknya adalah alam bawah sadar kita…!!!)

    Maka dari itu, yg saya maksud adalah pola pemanfaatan nilai2 survival yg masih ada di dalam diri masing2 demi melanjutkan tiap hembus nafas untuk keberlangsungan hidup…!!!

    Apa yg saya bahas ini terkesan individual dan sangat sentralistis personal dimana bentuk2 survival tadi adalah suatu upaya menyelamatkan diri masing2 individu…!!! Tapi, yang perlu saya cantumkan di sini adalah sudut pandang (unit analisa) yang harus ditekankan pada pemaknaan self defense setiap manusia secara personal…!!! Dan jangan sampai apa yg saya kemukakan ini di salah-mengerti karena perbedaan unit analisa tadi…!!! (seperti bagaimana bodohnya “mereka” yang menganggap Machiavelli adalah seorang opportunis dan munafik ketika mencoba menelaah pemikirannya melalui kacamata humanitas…Padahal Machiavelli sendiri berbicara mengenai wilayah politik yang sangat sah dilakukannya sebuah ’selfdefense’ utk sebuah kedudukan…bukan tentang hidup dengan menghalalkan segala cara…!!!)

    Dan sedikit memberi catatan bahwa semua yg saya bicarakan disini adalah segala sesuatu yg oleh Nietzsche disebut sebagai UBERMENSCH (Manusia Unggul) tanpa harus memandang dari salah satu pemikiran lainnya yaitu DER WILLE ZUR MACTH (kehendak untuk berkuasa)…!!!

    Jadi, kita tak akan pernah mengeluh jika taraf hidup yg kita dapat sudah memasukkan kita dalam definisi “MAKMUR”…Dan setelah berada dalam peng-konotasian demikian, kita kembalikan lagi pada diri masing2 apakah masih perlu untuk membentuk eksistensialisme pribadi dalam wilayah sosial, entah menjadi sosialis, komunis, liberalis, atau humanis (bahkan pasifis)…!!!

    Toh ini hanyalah salah satu perspektif dari seorang filsuf gadungan (HUEK…!!!) yang terlalu terdistorsi dengan apa yang dibawa Zarathustra ketika ‘turun gunung’…Sah-sah saja jika ada yg ingin menambahkan, menyangkal, apalagi menganggap ini sebagai ‘SAMPAH’…!!! (Jika ada yg tidak “MALU” dengan kenyataan bahwa “ORANG YG MENGANGGAP DIRINYA HEBAT NAMUN MENGHINA SEONGGOK SAMPAH, TERNYATA TAK LEBIH BERNILAI DARI ONGGOKAN TERSEBUT…!!!”)

    Vale, Tabik…Apresiasi besar dari saya utk wacana ini (setidaknya keinginan si empunya untuk menulis dan mem posting…hehehehe), dan di tunggu ya bahasan lainnya…!!! Semoga ada lebih banyak yg bisa di petik (Jambu kali…!!!)

    well, terima kasih belati atas komentarnya yang menyarankan kita agar menjadi mahluk individualis, karena menurut belati ini bukan permasalah bangsa, namun ini adalah masalah bagi perut kita masing-masing serta ruang geraknya. saya ingin mendengar suatu saran terhadap apa yang belati artikan sebagai permasalahan bangsa ini, dan jalan keluar apa yang bisa diterapkan oleh belati si filsuf gadungan?

  42. papaultra says:

    Hmmm….Bacaan yang cukup berat tapi sangat menarik.

    Daripada nunggu lw jadi gede biar jadi Presiden, mending lw jadi penasihat Presiden aja sekarang Bud.he,,

    cari lowongannya di mana? kalo ada kasih tau ya..-.-”

  43. Kayaknya para elit politik, wajib baca blog ini deh…
    Saya setuju dengan rencana anda yang simpel tapi cukup mengena. komen dari bloger lain juga saya setuju; ‘Korupsi’-nya juga mesti dibahas.Tapi yang paling saya setujui adalah masalah pendidikan dan kesenjangan sosial. SIP!!
    http://pengamencinta.wordpress.com/tag/aku-untuk-negeriku/

    korupsi ga ada habisnya dibahas ya? hahaha.. sadar diri lah kalo dosa itu tiket masuk ke neraka.

  44. Mahendra says:

    Sangat bermutu dan cerdas.

    Pertama, bicara soal ketatanegaraan dan ketatapemerintahan kita harus berangkat dari titik tolak pemahaman yang sama yaitu UUD’45.

    Semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara sudah diatur di dalamnya. Tentang pendidikan misalnya, Alinea ke 4 Pembukaan UUD’45 dengan jelas dan gamblang telah mengamanatkan, “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa,………”

    Pasal 31 ayat 1 UUD’45 dengan jelas menyatakan, “Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan.” Ini artinya, bahwa pemerintah dalam menjalan fungsinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan yang menjadi hak dari setiap warga negara. Namun lucunya dan anehnya, pemerintah malah mewajibkan setiap warga negara untuk mengikuti pendidikan yang sudah menjadi hak warga negara.

    Kalau saja pemerintah menjalankan kewajibannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyelenggarakan pendidikan dari mulai pendidikan dasar hinggi pendidikan tinggi. Sudah barang tentu rakyat akan menggunakan haknya untuk mendapatkan pendidikan tanpa dibebani dengan biaya sepeserpun. Intinya, bagaimana setiap warga negara akan mendapatkan haknya ketika pemerintah atau penyelenggara negara belum menjalankan kewajibannya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dengan menyediakan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi?!

    Kalau rakyat masih harus membayar untuk pendidikan yang sudah menjadi haknya, itu sama artinya dengan rakyat tidak punya hak untuk mendapatkan pendidikan.

    Kedua, tentang pertahanan negara dan keamanan nasional. Hal ini bisa anda baca di http://cenya95.wordpress.com/2009/02/06/pengertian-kamnas-dan-hanneg/ yang baru-baru saja saya ulas dan sangat kontekstual dengan tulisan anda.

    Soal ekonomi, kondisi ekonomi bangsa kita saat ini sesungguhnya masih berkutat dengan persoalan yang sama dengan apa yang terjadi 40 tahun yang lalu. Walaupun nampaknya dipermukaan sepertinya kondisi ekonomi kita nampak jauh lebih maju tapi sesungguhnya kemajuan yang semu.

    Indikator kemajuan perekonomian yang paling mudah dilihat adalah di sektor pangan dimana masih banyak saudara-saudara kita yang mengalami kelaparan bahkan busung lapar sampai hari ini. Pangan sebagai indikator adalah mutlak digunakan untuk melihat kekuatan ekonomi sebuah bangsa. Tidak ada sebuah negara maju dimanapun dimana rakyatnya masih ada yang mengalami busung lapar.

    Masalah pangan sesungguhnya adalah masalah utama yang harus ditangani lebih dulu sebelum masalah-masalah lain seperti halnya pendidikan dan pertahanan. Logikanya sederhana, bagaimana seorang anak bisa belajar dengan baik jika perutnya lapar?!, bagaimana seorang tentara bisa kuat memanggul senjata ketika gajinya tidak cukup untuk membeli beras yang harganya mahal karena kita masih impor?!

    Tanpa mengecilkan pentingnya pendidikan dan pertahanan, namun saat ini prioritas utama kita justru adalah bagaimana menciptakan ketahanan pangan nasional. Tanpa itu, lupakan tentang pendidikan dan pertahanan juga aspek-aspek berbangsa dan bernegara yang lain. Pangan itu ibarat BBM untuk kendaraan bermotor. Sehebat apapun teknologi kendaraan tersebut tapi tidak ada BBMnya, jangan berharap kendaraan tersebut bisa digunakan untuk berkendara.

    Last but not least…, saya sangat menghargai idea-idea cerdas anda. Terutama kepedulian dan perhatian anda sebagai anak bangsa terhadap persoalan-persoalan bangsa.

    I really appreciate !!! Keep on the track Bro !!!!!

    Tabik…. :)

    nb. Saya akan sangat sangat bahagia jika kita bisa ketemu langsung untuk mendiskusikan ini. :)

    hmm, saya sendiri masih bingung kalo harus mengedepankan masalah ketahanan pangan. tapi semuanya pasti ada jalan, dan saya yakin permasalahan bangsa ini akan cepat selesai. btw, situs yang anda kasih di atas sangat menarik, dan gmn caranya kalo mau ketemu? lewat YM aja gmn? hehe..

  45. PakGuruSd says:

    Sepertinya ada diskusi menarik di sini. Ikutan ya :)
    Pertama, SDM. Memang seharusnya SDM kita lebih baik lagi, mengingat SDA kita begitu melimpah ruah, akhirnya banyak orang luar yang mengeruk kekayaan alam negara kita. SDM=Pendidikan. Itu menurut saya lho :)

    Kedua, Potensi. Mungkin kebanyakan warga negara kita lebih memikirkan perut mas daripada menggali potensi. Yang hidupnya susah memikirkan besok makan apa, yang hidupnya enak berpikir besok korupsi apa :)

    Ketiga, Wamil . Hmmm, untuk yang satu ini saya no comment.Gak papa kan mas :)

    pertama, SDM=pendidikan itu diapain toh mas?
    kedua, haha besok korupsi apa?
    ketiga, ya ya gpp lah :)

  46. alia says:

    lalu apa langkah nyata yang bisa kita lakukan sekarang ?
    kl cuma berharap dari pemerintah aja keknya susah..

    berarti rakyatnya dong berusaha semaksimal mungkin.

  47. anxoin says:

    Indonesia berencana? Jadi ingat keluarga berencana (KB), hhmmm…… Gimana nasib KB saat ini?

    nasib KB? ada apa dengan KB?

  48. wah postingan kereeen…

    btw, bikin yg bisa jawab komen(agris hijau) itu gmn kawan…hehe sekalian, kali aja di rumahku bisa.

    Yup !

  49. SEM BUULOLO says:

    Pemimpin adalah orang yg memiliki pengaruh n bisa memimpin org lain menjadi pemimpin. Hal yg perlu dipergatikan adalah pemimpin itu org yg sehat. Segat di sini adalah sehat secara ROHANI DAN JASMANI. Karena dgn demikian org yg segat rohani adalah org yg taku kepada Tuhan, org yg takut kepada Tuhan otomatis tdk TISANI. Tisani artinx adalah TIPU SANA TIPU SINI alias koropsi. pemimpin juga harus sehat jasmani adalah org ygTIMASANI Artinya tdk makan sana sini spy dia tdk saki. klw dia tdk sakit otomatis dia bisa berpikir positif utk membangun rakyatnya.

Leave a Reply