Archive for April, 2009

Untuk Bumi

April 22nd, 2009

Ada yang masih ingat dengan postingan saya yang berjudul Dialog? Pada postingan tersebut saya mempersonifikasikan Bumi yang sedang dikunjungi Tuhan. Mereka berdialog tentang Bumi, tentu saja sebenarnya ini adalah retorika semata. Manusia tidak perlu mendengarkan dialog antara Bumi dan Tuhan untuk menyadari kondisi Bumi mereka, namun manusia tidak akan pernah sadar sebelum bencana menimpa mereka.

Hari ini adalah hari Rabu dan tanggal 22 April, berbagai sumber menyatakan bahwa hari ini adalah Hari Bumi. Saya menyesal tidak hadir di acara Walhi hari Sabtu kemarin. Acara itu adalah acara yang mengkampanyekan kepedulian kita pada Bumi, mungkin kampanye yang dilakukan oleh Gaylord Nelson tidak pernah semeriah sekarang, tapi maknanya semoga selalu ada.

Saat ini tentu semua orang kenal Google, eh, maksud saya tahu Google, sebuah mesin pencari di internet. Google pasti tidak pernah menghirup udara kotor, merasakan perubahan cuaca yang tidak tentu, melihat es di laut Arktik yang mencair, serta segala fenomena dari Global Warming. Tapi Google ikut mendukung kampanye Hari Bumi, meskipun hanya logo.

logo

Meskipun hanya logo, ada yang peduli dengan Bumi.

Dia Bernama Politik

April 15th, 2009

Kali ini saya tidak akan menulis tentang apa itu politik, tentu saja karena saya bukan pakar ataupun pengamat politik. Saya seperti kebanyakan masyarakat lainnya, yaitu korban dari politik. Saya adalah korban dari otoritas pemerintah, saya adalah saksi bagi Indonesia yang sedang memakai cara Demokrasi, saya adalah partisipan sesuai konstitusi yang dibuat para legislator, saya adalah teman dan musuh dari dia yang bernama Politik.

11 tahun sejak jatuhnya rezim Orde Baru, dan 10 tahun sejak pemilu pertama yang diakui dengan cara “demokratis”. Pemilu kali ini (2009) katanya adalah bentuk kebebasan, rakyat bebas memilih (begitu katanya). Pemilu kali ini tidak tahu diri, sebagai bentuk kebebesan, 44 partai masuk ke kertas suara. Kertas suaranya pun sangat besar, seperti atlas. Sistem bebas ini akhirnya menjadikan rakyat kebablasan, kebablasan bingung karena tidak tahu mana yang akan dipilih dan juga kesulitan membuka dan melipat kembali kertas suara. Bukan seperti keluh kesah, melainkan solusi mulut ke mulut saat ada di TPS kemarin lalu, “ah, ga ada yang kenal, mending pilih partainya saja. Pilih partai ini saja, soalnya partainya si anu..”

(bagus nih tulisannya, lanjut…)

5 Menit untuk 5 Tahun

April 10th, 2009

Akhirnya Pesta Demokrasi telah berlangsung secara lancar dan damai. Walaupun ada insiden kecil seperti di Papua, yaitu penyerangan Polsekta Abepura oleh beberapa aktivis Papua Merdeka yang ingin menggagalkan Pemilu (VIVAnews-10/4). Namun kejadian tersebut tidak berhasil menarik perhatian rakyat Indonesia.

qc2

Hasil Quick Count dari tiga lembaga survei.

Sumber: VIVAnews (10/04)

Dalam Pemilu kali ini beberapa kalangan berpendapat bahwa 2004 lebih baik dari yang sekarang. Kesimpulannya adalah pelaksanaan kali ini sangatlah buruk meskipun berjalan lancar. Namun angka golput sudah tidak mungkin dihindari, golput merupakan representatif dari rasa kecewa atas tidak jelasnya sistem pemilihan kali ini. Begitu banyak cacat dalam pelaksanaannya, saya sendiri berpendapat bahwa pemilu kali ini-meskipun saya pemilih pemula-sangat rumit, repot, dan susah.

(bagus nih tulisannya, lanjut…)