Ayo Berkurban
Hari Minggu kemarin (6/11), adalah hari raya umat Islam sedunia, yaitu Idul Adha atau ada yang bilang Lebaran Haji. Akrab ditelinga kita pasti tentang cerita Nabi Ibrahim as dengan anaknya Nabi Ismail as, dimana sang ayah diminta oleh Allah untuk menyembelih anaknya. Melihat ayah dan anak yang taat kepada-Nya, maka saat waktu Nabi Ibrahim mau menyembelih anaknya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan Gibas.
Cerita Nabi Ibrahim dengan Nabi Ismail bukan sembarang cerita, jika dikatakan ini adalah dongeng sebelum tidur, tidak menjadi soal bagi yang tidak meyakininya. Cerita tersebut juga jangan diambil pusing tentang kebenarannya, karena cerita tersebut lebih enak diambil hikmahnya, hehe.
Nabi Ibrahim harus ikhlas kehilangan anaknya, dan nabi Ismail harus sabar terhadap ujian yang diberikan dari Allah. Hingga akhirnya, Nabi Ismail tidak jadi disembelih dan diganti. Kesabaran dan keikhlasan keduanya jika dilihat pada zaman sekarang adalah pemandangan langka.
Ketua yayasan masjid di perumahan saya, sebelum waktu sholat Id mengatakan bahwa tahun ini jumlah hewan kurban naik dari tahun kemarin. Bagi saya ini sebuah berita gembira yang patut dipertanyakan. Apakah tahun depan akan meningkat lagi?
Dengan malakukan kurban, berarti kita semua sudah melakukan apa yang dilakukan kedua Nabi di atas. Bayangkan uang untuk kurban yang sekarang bisa mencapai jutaan Rupiah. Tapi uang tersebut tidak jadi soal jika kita yakin bahwa rezeki akan ditambah berlipat ganda di kemudian waktu.
Jika semua mempunyai prinsip tersebut, maka pertanyaan saya di tahun depan akan terjawab, jumlah hewan kurban akan meningkat, atau mungkin akan lebih banyak sapi dari pada kambing.
Selain ikhlas dan sabar, kita juga harus berbagi. Daging kurban tersebut akan diberikan kemana? Ibu saya beberapa tahun terakhir ini menggunakan jasa salah satu lembaga zakat untuk kurban. Ibu saya bilang bahwa nantinya daging tersebut akan disebarkan secara random, tiap tahun berbeda distribusinya.
Menurut beliau itu bagus, karena beliau yakin bahwa di sekitar perumahan saya, orang-orang tidak mampu, sudah pernah dan bahkan sering makan daging. Jika kurban disalurkan di masjid perumahan saya, ya itu-itu saja yang dapat. Padahal masih banyak di pelosok Indonesia yang jarang makan daging.
Saya pernah punya pikiran buruk, mereka yang tidak mampu makan daging, mereka jadi sehat, mereka bisa bekerja, mereka kejar uang terus, tapi apa mereka yang nasibnya berubah tersebut akan berkurban? Karena sudah lama tidak hidup enak, maka mereka tidak mau berkurban. Yah, itu hanya pikiran jelek saya saja sih.
Sabar itu susah, ikhlas itu berat, dan berbagi selalu enggan. Tapi tidak susah kok kalau dijalankan, sebelumnya pasti banyak pikiran dan pertimbangan, dan saya yakin warga perumahan saya adalah orang-orang yang sabar, ikhlas, dan mau berbagi.
Selamat Hari Raya Idul Adha 1432 H.
Share This Post To :
Categorised as: Milestone

link gw diganti dong bud! ke alamat baru, biar ga nyasar ke alamat palsu…