Pernah main Rubik? Salah satu game terlaris di dunia buatan sang arsitek, Ernõ Rubik, ini membuat banyak orang penasaran untuk menyamakan warnanya yang terpisah-pisah. Permainan ini pasti bisa diselesaikan, bagi yang teliti pasti dapat menyelesaikan Rubik ini tanpa rumus. Nah, berbicara tentang rumus, memang untuk menyelesaikan Rubik ini bisa dengan rumus, tapi serasa tidak asik kalau menyelesaikan dengan rumus, tidak ada seninya.
Di luar konteks rumus, Rubik banyak macamnya, ada yang 3×3, 4×4, 5×5, 3×3 tapi tengahnya bolong, ada yang 2×2 juga, dan masih banyak lagi variannya. Awalnya sang arsitek membuat mainan ini dari kayu, dan terus berevolusi hingga sekarang ini. Dari yang awalnya bernama Magic Cube, akhirnya bernama Rubik’s Cube.
Sekarang Rubik sudah berevolusi lagi menjadi lebih modern, Rubik ini dapat dirubah-rubah warnanya hanya dengan menyentuhnya. Rubik’s Touchcube merupakan Rubik yang dapat diselesaikan dengan menyentuh warnanya, lalu digeser sesuai keinginan. Apabila salah, bisa kita ulang langkahnya. Untuk di Indonesia sepertinya belum dijual, tapi pasti sebentar lagi beredar di pasaran.
Bosan dengan makanan rumah? Ya pergi makan saja di luar. Tapi bosan juga dengan restoran konvensional yang ada? Nah, kalau lagi jalan-jalan ke Inggris, boleh juga cari makan di restoran Inamo.
Inamo adalah restoran modern yang memungkinkan pengunjungnya untuk memesan makanan-minuman, memesan taksi, dan bermain games atau apapun dengan menekan tombol dari atas meja. Dengan makanan yang sangat lezat, Inamo adalah restoran Oriental Fusion yang dilengkapi bar dengan suasana futuristik.
Yang menarik dari Inamo adalah cara pemesanan yang lain dari kebanyakan restoran. Meja yang ada dihadapan kita merupakan sebuah layar yang menampilkan gambar makanan dan minuman, dan dengan sentuhan halus pada layar, kita dapat memesan apa yang kita mau, meja tersebut juga bisa terkoneksi dengan meja-meja lainnya, dan kita bisa memesan taksi untuk pulang pada saat kita sedang makan. Jadi seperti monitor yang dijadikan meja, dan berfungsi sebagai menu. Walaupun dengan pola modern seperti itu, Inamo tetap memberikan pelayanan yang terbaik dengan staff yang ramah dan selalu menolong pengunjungnya apabila butuh bantuan.
Terletak di 134-136 Wardour Street, Soho, London, Inamo mempunyai Alexander Ziverts, salah satu koki Oriental Fusion terbaik di Inggris. Dengan segudang pengalaman memasak di dapur, Alex menyajikan makanan lezat yang mengkombinasikan antara makanan tradisional Asia dengan jenis makanan lain yang penuh cita rasa. Di Inamo kita juga akan menemukan makanan Jepang, Thailand, China yang semuanya dikombinasikan dan menjadi masakan yang benar-benar lezat.
Restoran Hi-Tech ini memanjakan pengunjungnya apabila ingin melepas lelah setelah bekerja dengan bersantai di bar dengan suasana yang informal. Di bar, pengunjung diperbolehkan makan tapi tanpa layanan pijit tombol layar menu, alias tetap memanggil pelayan. Sekedar bersantai di bar Inamo juga menyenangkan karena tempat yang luas dengan 65 tempat duduk yang mengakomodir pengunjungnya.
Bagi para penggemar kuliner, Inamo wajib menjadi salah satu tempat yang harus dikunjungi. Yaa, memang sih kita harus ke Inggris dulu, tapi berdoa saja dapat liburan gratis ke Inggris jadi bisa mampir sebentar ke Inamo dan mencoba mencet-mencet menu di mejanya, hehe..
Bertemu kembali teman lama kadang suka terjadi di mana saja, dan kalau sampai ditentukan rendezvous, disebutlah reuni. Bulan puasa ini pasti kita banyak sekali agenda buka puasa bersama. Momen ini sudah pasti akan dijadikan ajang reuni. Kalau relasi kita dekat, bukan tidak mungkin ada buka bersama dengan teman-teman TK. Saya juga seperti itu, sejak SMP, agenda buka bersama dengan teman-teman SD dijadikan ajang reuni. Lalu ketika SMA, bertambah satu lagi agendanya, dengan teman-teman SMP.
Seiring waktu, ketika kita lanjut ke bangku kuliah, dan bahkan sampai ke dunia kerja pun kita akan terus melaksanakan reuni tahunan ini. Memang bulan puasa penuh berkah, bertemu lagi dengan teman-teman lama, mengenang masa lalu, ketawa-ketiwi, dan bertukar kabar pasti kita lakukan.
Tempo hari saya mengikuti acara buka puasa bersama teman-teman SMP, dan itu adalah acara dadakan yang sangat ramai. Saya saja sampai kelabakan karena banyak yang lupa namanya. Ngobrol sama satu teman, lalu pindah ke teman yang lainnya dan seterusnya demi silaturahmi. Capek sih jalan-jalan terus, tapi biarin deh biar bisa tahu lagi nama-namanya.
Ramadhan taun ini agak berkesan untuk saya, dalam konteks, reuni mempertemukan saya dengan teman-teman yang beberapa diantaranya cukup istimewa ketika zamannya dulu. Semoga tahun depan bertemu lagi, tidak saja dengan bulan Ramadhan, tapi juga dengan teman-teman lama.