Archive for the ‘Kategori 4’ Category
September 15th, 2009
Teror bom di kawasan Mega Kuningan Jakarta emang udah lewat. Euforianya pun cuman sebentar, sampai-sampai pengguna Twitter menambahkan bendera Merah Putih di avatar mereka. Lalu kata-kata Indonesia Unite mulai sering terdengar di dunia maya.
Kalau cek di situsnya Indonesia Unite, kita didoktrin untuk tidak takut pada setiap bentuk teror. Bukti bahwa rakyat Indonesia semuanya berani. Makanya ada ucapan KAMI TIDAK TAKUT. Tiga kata tersebut dicetak pada baju, pin, gelas, mobil, atau apa saja lah. Contohnya, kaya baju di bawah ini.

Tempo lalu di Facebook saya liat iklan baju tersebut, karena harganya cukup murah, ya saya beli saja. Ketika saya klik iklan tersebut saya terhubungkan dengan toko online, namanya Grin Clothing. Dari situ saya memesan baju KAMI TIDAK TAKUT warna merah. Saya emang telat, tapi saya pakai alasan mahasiswa yang kalo liat barang murah langsung serbu, hahahaha.

Setelah memesan, saya jalan-jalan dulu di toko tersebut. Dilihat-lihat, produksi bajunya punya gambar yang lucu-lucu, apalagi ada baju dengan gambar Doraemon. Sayangnya lagi ga punya duit, jadi belum bisa mesen, bulan depan aja kalo ada berkah. Grin Cloting boleh lah jadi rekomendasi untuk cari sesuatu yang beda untuk dipakai. Oh, saya tidak dibayar lho untuk ini, cuman sekedar bantu-bantu promosi seikhlasnya saja.

August 27th, 2009
Jadilah media curhat, ya sekali ini ngga apa-apa.
SMS udah setiap hari, telpon juga.
Tapi dibilang kalo saya ini cuek.
SMS cuma 3x sehari kaya minum obat kayaknya kurang ya?
Nelpon cuma lima menit maunya seabad.
Udah dikabarin walaupun singkat, malah bla bla bla.

July 29th, 2009
Apa yang lebih menakutkan dari ledakan bom bunuh diri teroris kemarin? Yang bisa bikin teriak ketakutan? Yang bisa bikin takut ke kamar mandi sendirian? Yang lebih bikin takut adalah hantu. Mahluk gaib yang diyakini berparas menyeramkan, melayang-layang, dan yang pasti dia ada di sekitar kita.

Saking tenarnya si hantu, dia sampai dibuat film. Oh, hantu di Indonesia terkenal banyaknya. Ada pocong, kuntilanak, tuyul, gunderewo, jalangkung, dll. Saking banyaknya, mereka seharusnya berterima kasih pada manusia, karena banyak berarti susah dikenal seperti pemilihan calon legislatif Mei lalu. Melalui film yang dibuat manusia, akhirnya pocong, kuntilanak, dan beberapa hantu Indonesia lainnya menjadi populer.
Yang ingin saya bahas disini adalah, awalnya saya takut sama mereka. Tapi ibarat tinggal di lingkungan baru dengan tetangga baru, dan setelah lama kita bisa akrab dengan mereka, hantu Indonesia tidak lagi memancing insting saya untuk berteriak kala menonton mereka di layar lebar atau kaca. Hantu-hantu kawakan itu sudah terlalu sering dimunculkan, dengan sentuhan sinetron televisi abal-abal, saya jadi tambah malas nonton hantu-hantu yang dibuat varian jenis ceritanya.
Mungkin yang saya ingin sarankan untuk para pembuat cerita adalah, coba berhenti untuk genre horor. Coba genre baru, dan Indonesia punya banyak cerita yang bisa diekspose namun harus dieksplore terlebih dahulu. Indonesia ga ada kurangnya kok untuk inspirasi. Ditengah nuansa politik Indonesia yang bikin jenuh, kita butuh suguhan hiburan yang baru. Namun bukan suguhan infotainment ABG zaman sekarang.
