Keadilan Hammurabi
“Di dadaku kubawa rakyat Sumeria dan Akkadia; mereka berkembang di bawah perlindunganku; aku selalu memerintah mereka dalam kedamaian; aku menaungi mereka dengan kebijaksanaanku. Agar yang kuat tidak menindas yang lemah; agar para yatim piatu dan para janda mendapatkan keadilan; di Babilonia, kota di mana Anum dan Elil menengadahkan kepalanya; di Esagila, kuil yang dasarnya kokoh kuat seperti langit dan bumi; aku menulis kata-kataku yang berharga ini pada monumenku; dan di hadapan patungku, sebagai raja keadilan, aku menetapkannya untuk mengatur hukum di negeri ini; untuk menentukan peraturan bagi negeri ini; untuk memberi keadilan bagi yang tertindas.”
Hammurabi
Adalah Hammurabi yang membuat 282 pasal dalam Hammurabi Codex sebagai hukum di dinastinya, dinasti yang hampir sama besar dengan Kerajaan Mesir Kuno, dinasti yang telah menaklukkan Akkadia, Elam, Larsa, Mari dan Summeria, yaitu dinasti Babilonia. Dari tulisan di atas, kita dapat melihat ada sebutan raja keadilan. Disebutkan bahwa Hammurabi menjadi terkenal karena Codex tersebut. Namun bila melihat relief Hammurabi (bisa ditemukan di Museum Louvre, Paris, Perancis), akan terlihat gambar seperti dibawah ini.
Gambar di atas menceritakan bahwa Hammurabi sedang menerima hukum dari Dewa Shamash yang merupakan simbol dari matahari dan juga penjamin keadilan. Walaupun Hammurabi seorang raja, ia tetap manusia biasa. Ia tidak membuat keadilan karena dirinya, ia mendapatkan keadilan dari Dewa. Dewa adalah Tuhan, dan Tuhanlah yang paling adil terhadap manusia. Manusia tidak akan pernah bisa adil, bahkan untuk seorang raja sekalipun.
![]()





