Posts Tagged ‘bencana’

Si Teknologi

April 1st, 2009

Jempol di budaya jempol adalah raja, raja gendut dari 4 jari lainnya. 

Siapa tak tau teknologi? Atau, siapa tak kenal si teknologi. Sesuatu yang kita sebut sebagai hasil dari suatu peradaban yang menjadi budaya. Tolak ukur peradaban adalah adanya kebudayaan yang menjadi ciri khas dari peradaban itu sendiri. Saat ini adalah budaya jempol di zaman modern. Maksudnya budaya jempol adalah karena semuanya hanya tinggal pencet pakai jempol dan jadilah. Karena jempol juga kita merasakan era digital ini, era informasi yang mengalir cepat. Teknologi digital yang apa-apa pakai jempol telah nyata mempermudah hidup kita, mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi. Tanpa teknologi digital, kita hanyalah manusia luntang-lantung tanpa daya.

Namun apa yang terjadi dengan si teknologi sekarang ini? Ia tidak lebih dari alat belaka, alat yang dipergunakan manusia dalam mempermudah segala pekerjaan. Berarti positif dong? Tentu saja. Tujuan teknologi ada ialah untuk membantu manusia. Adanya kendaraan agar mobilisasi semakin cepat, berarti kendaraan yang merupakan teknologi telah terbukti menolong kita. Perkembangan teknologi yang ada ini akan terus membuat sesuatunya makin cepat dan bahkan mudah. 

Awalnya adalah baik, dalam konteks globalisasi teknologi telah membuat manusia melanglang buana keliling bumi, melintasi teritorial negara lain, berinteraksi dengan warga asing, melakukan transaksi via online, dan itu semua dilakukan tanpa harus melangkahkan kaki. Tidak ada lagi batasan ruang dan waktu apabila menggunakan teknologi yang ada sekarang. Sekali lagi, awalnya adalah baik. Pesatnya perkembangan IPTEK bukannya membuat kesejahteraan malah menjadi bencana. Tidak selamanya awal yang baik berjalan dengan baik juga. Penggunaan teknologi sudah tidak bisa ditolerir lagi, penggunaannya sudah di luar batas. Manusia sudah mendapatkan sisi negatif dari teknologi. 

Setiap hari kita dipaksa menonton televisi, kita dipaksa tidak berolahraga dengan mengendarai kendaraan pribadi untuk menempuh jarak 10 meter saja, kita merusak alam dengan limbah kimia setelah kita mandi, dan yang paling penting adalah kita merusak jiwa kita dengan menuhankan teknologi. Segala kesusahan kita gunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah, segala kebahagiaan kita berterimakasih pada teknologi. Akhirnya, hancur moral manusia. Bumi tinggal menghitung waktu saja.