Posts Tagged ‘bumi’
April 22nd, 2009
Ada yang masih ingat dengan postingan saya yang berjudul Dialog? Pada postingan tersebut saya mempersonifikasikan Bumi yang sedang dikunjungi Tuhan. Mereka berdialog tentang Bumi, tentu saja sebenarnya ini adalah retorika semata. Manusia tidak perlu mendengarkan dialog antara Bumi dan Tuhan untuk menyadari kondisi Bumi mereka, namun manusia tidak akan pernah sadar sebelum bencana menimpa mereka.
Hari ini adalah hari Rabu dan tanggal 22 April, berbagai sumber menyatakan bahwa hari ini adalah Hari Bumi. Saya menyesal tidak hadir di acara Walhi hari Sabtu kemarin. Acara itu adalah acara yang mengkampanyekan kepedulian kita pada Bumi, mungkin kampanye yang dilakukan oleh Gaylord Nelson tidak pernah semeriah sekarang, tapi maknanya semoga selalu ada.
Saat ini tentu semua orang kenal Google, eh, maksud saya tahu Google, sebuah mesin pencari di internet. Google pasti tidak pernah menghirup udara kotor, merasakan perubahan cuaca yang tidak tentu, melihat es di laut Arktik yang mencair, serta segala fenomena dari Global Warming. Tapi Google ikut mendukung kampanye Hari Bumi, meskipun hanya logo.

Meskipun hanya logo, ada yang peduli dengan Bumi.
February 8th, 2009
Pijakkan kaki di Bumi wahai anak manusia. Lihat kebesaran dengan kedua matamu yang indah, dan hirup cairan kehidupan hingga mengalir di darahmu. Jari-jarimu kokoh berkarya cipta, bahkan mampu menghancurkan. Kau tidak puas di bawah, maka langit hendak kau sentuh juga. Sekiranya itu membuktikan Bumi saja tidak cukup. Sentuhlah air laut di Bumi Indonesia, yang dahulu dikuasai raja-raja Nusantara menjanjikan kesatuan. Mereka membuatkan sejarah untukmu agar dipelajari. Boleh kau katakan hebat, bila dapat mengembalikan emas ke halaman buku sejarah. Buatlah biru lautmu, niscaya kau melihat langit luas di semesta.
Kau tak akan pernah menyentuh langit, karena dia entah di mana. Namun langit tidak pongah untuk terus menjauh, langit tetap di tempatnya entah di mana. Langit memberikan hamparan bintang yang dapat kau raih, namun rumit untuk kau hitung. Langit telah memberikan bintang-bintang pada raja-raja terdahulu, untuk dipilih mana yang baik.
Kau akan sedih wahai anak manusia, karena kini bintang terhalang cahaya buatan jarimu.

November 22nd, 2008
Siapa yang belum nonton Wall-E? Film yang dibuat oleh Pixar dan Disney ini sungguh menarik, dan saran saya wajib ditonton. Film ini menceritakan bahwa Bumi tak layak lagi ditinggali, dan bahwa manusia akhirnya menjadi ketergantungan pada teknologi. Wall-E menceritakan 2 permasalahan utama yang terjadi sekarang ini, yaitu sampah dan teknologi.

Wall-E atau Waste Allocation Load Lifter Earth-Class
Bayangkan Bumi tidak lagi hijau, tapi penuh dengan sampah hasil guna manusia. Bayangkan juga manusia tidak lagi bekerja, dan semuanya serba otomatis. Dua hal tersebut bagi saya menjadi mimpi buruk apabila benar terjadi. Kita tidak akan bisa lagi melihat biru langit dan tidak ada lagi satu pun tumbuhan yang bertahan hidup. Manusia pun akhirnya tidak lagi menggunakan tangan untuk menulis, membuka pintu, dan berjalan dengan kedua kakinya, tapi tinggal hanya menggunakan suara dan semua beres.
Cerita tentang keburukan manusia akibat dunia yang semakin modern dan ter-teknologi-kan sudah sering kita dengar, mulai dari pemberontakan robot dengan AI-nya yang tinggi, kehancuran Bumi akibat global warming, bahkan manusia pun akhirnya mati karena karena saling membunuh.
Matrix, Wall-E, Doramon, Terminator, AI, The Day After Tomorrow, dan lain sebagainya merupakan film-film yang menceritakan sisi negatif dari teknologi yang tidak terkontrol. Akibatnya manusia (kita) merasakan kerugian yang amat sangat, dan yang ada akhirnya hanya penyesalan.