<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Paper Maya &#187; informasi</title>
	<atom:link href="http://www.budiernanto.com/tag/informasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.budiernanto.com</link>
	<description>Read my Paper, my Paper Maya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Jul 2010 05:38:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>E-News</title>
		<link>http://www.budiernanto.com/2009/07/e-news/</link>
		<comments>http://www.budiernanto.com/2009/07/e-news/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 04:07:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budiernanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kategori 2]]></category>
		<category><![CDATA[adaptasi]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[koran]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budiernanto.com/?p=980</guid>
		<description><![CDATA[Adaptasi biasa dilakukan oleh mahluk hidup untuk bertahan di lingkungan barunya. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan bukanlah hal yang mudah, bisa butuh waktu yang lama untuk bisa terbiasa dengan hal-hal baru. Hukum alam mengatakan siapa yang kuat, dia yang menang adalah hukum yang liar sebenarnya. Namun apapun untuk tujuan, harus bisa dilakukan.
Melihat perkembangan sekarang-dan kebetulan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Adaptasi biasa dilakukan oleh mahluk hidup untuk bertahan di lingkungan barunya. Untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan bukanlah hal yang mudah, bisa butuh waktu yang lama untuk bisa terbiasa dengan hal-hal baru. Hukum alam mengatakan siapa yang kuat, dia yang menang adalah hukum yang liar sebenarnya. Namun apapun untuk tujuan, harus bisa dilakukan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Melihat perkembangan sekarang-dan kebetulan teringat lagunya Saykoji yang judulnya Online-informasi merupakan hal mutlak yang harus kita dapatkan dalam proses adaptasi. Untuk bisa tinggal di Indonesia, warga negara asing harus paham dengan hukum positif dan hukum tak tertulis di negeri kita. Dengan menguasai beragam informasi, dalam hukum alam kita akan berada di posisi yang kuat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Nah, bagaimana kalau hukum alam harus dirasakan oleh media cetak? Internet datang dan merambah seluruh lapisan masyarakat secara cepat. Orang terbiasa pencet ini baca itu bukan lagi membuka helai-demi helai kertas media cetak. Porsi iklan kian sedikit di koran, majalah, tabloid, dan sebagainya, dan ternyata muncul di portal-portal berita. Animo masyarakat untuk santai semakin terpenuhi karena adanya internet, akhirnya media cetak harus bangkrut dan mengaku kalah.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Berhenti terlalu serius, saya berlangganan koran Kompas seharga 50 ribu sebulan-harga spesial untuk mahasiswa tentunya. Tapi kuliah saya di semester akhir ini agak padat, pergi pagi pulang pagi sehingga aktivitas saya banyak di luar rumah. Waktu untuk membaca buku berkurang drastis, apalagi koran. Nah, jadi ini lah yang saya maksudkan. Ketika koran tidak lagi saya sentuh, dan saya termasuk orang lain di dunia ini yang punya banyak kegiatan di luar rumah, saya menjadi lari ke internet, membaca beragam berita di varian portal berita.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://s712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/?action=view&amp;current=cetak.jpg" target="_blank"><img src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/cetak.jpg" border="0" alt="media" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Kompas isi hari <em>ini</em></p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://s712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/?action=view&amp;current=dotkom-1.jpg" target="_blank"><img src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/dotkom-1.jpg" border="0" alt="media" /></a></p>
<p style="text-align: center;">Portal Kompas</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://s712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/?action=view&amp;current=epapercopy.jpg" target="_blank"><img src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/epapercopy.jpg" border="0" alt="media" /></a></p>
<p style="text-align: center;">e-Paper, benar-benar tampilan cetak</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Sebagai contoh harian Kompas, media ini punya media cetak yang selalu datang ke rumah saya tiap jam setengah lima pagi. Media ini juga buka cabang di <a href="http://www.kompas.com">kompas.com</a>; <a href="http://www.cetak.kompas.com">cetak.kompas.com</a>; dan juga <a href="http://www.epaper.kompas.com">epaper.kompas.com</a>. Akankah media besar seperti kompas juga harus menjadi kuat dengan cara pindah haluan ke internet? Siapa tahu ya, tapi tidak hanya kompas saja, banyak media lain yang bisa dicari di Google seperti Media Indonesia, Republika, Suara Pembaruan, Tempo, dan lain sebagainya. Jadi pertanyaan besarnya adalah, apakah media cetak akan tetap menjadi kertas atau berubah menjadi digital?</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/73D1FF68A0190991799E0F5768EE7E86.png" border="0" alt="logo" width="153" height="46" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.budiernanto.com/2009/07/e-news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Komodo</title>
		<link>http://www.budiernanto.com/2009/07/pulau-komodo/</link>
		<comments>http://www.budiernanto.com/2009/07/pulau-komodo/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Jun 2009 18:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budiernanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kategori 1]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[keajaiban dunia]]></category>
		<category><![CDATA[komodo]]></category>
		<category><![CDATA[new7wonders]]></category>
		<category><![CDATA[taman nasional]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budiernanto.com/?p=917</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia beruntung punya punya Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo. Taman Nasional Komodo menjadi kandidat keajaiban dunia untuk kategori taman nasional. Sampai tulisan ini dibuat, posisinya masih berada di urutan ke enam, tapi ada kemungkinan naik peringkat dan bisa jadi turun. Peringkat tersebut bisa dilihat di live report di situs New7Wonders. Peringkat ini tergantung pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Indonesia beruntung punya punya Taman Nasional Komodo di Pulau Komodo. Taman Nasional Komodo menjadi kandidat keajaiban dunia untuk kategori taman nasional. Sampai tulisan ini dibuat, posisinya masih berada di urutan ke enam, tapi ada kemungkinan naik peringkat dan bisa jadi turun. Peringkat tersebut bisa dilihat di <a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/liveranking/">live report</a> di situs <a href="http://www.new7wonders.com" target="_blank">New7Wonders</a>. Peringkat ini tergantung pada dukungan kita rakyat Indonesia terhadap Taman Nasional Komodo agar menjadi salah satu keajaiban dunia.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/" target="_blank"><img src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/Komodo.gif" border="0" alt="Komodo Vote" width="396" height="170" /></a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Padahal kalau Timor-Timur masih menjadi bagian dari Indonesia, ada Jaco Island (saya tidak tahu nama Indonesianya). Selain itu Pulau Sipadan yang sudah menjadi milik Malaysia juga menjadi kandidat dan bahkan ada di posisi ke lima, berati pulau tersebut berpotensi besar karena bisa menjadi kandidat keajaiban dunia. Kedua pulau tersebut ada di kategori pulau (island). Selain itu masih ada lagi Segitiga Terumbu Karang (Coral Triangle) yang berada di wilayah Indonesia, Malaysia, Papua New Guinea, Filipina, Kepulauan Solomon, dan Timor Timur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Pemilihan keajaiban dunia ini setahu saya dilakukan secara online, jadi kita harus mengakses internet dulu apabila ingin memenangkan Taman Nasional Komodo. Keunggulan Indonesia adalah populasinya yang banyak jadi memungkinkan Taman Nasional Komodo menang, tapi kelemahan Indonesia adalah akses yang sangat terbatas sampai ke seluruh daerah. Ini yang menjadi salah satu permasalahan bangsa, kurangnya perhatian pemerintah terhadap distribusi informasi dan teknologi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;">Menurut Informasi yang saya dapatkan (saya lupa baca dari mana), voting tengah berlangsung sampai tanggal 7 Juli 2009, voting tersebut adalah tahap awal. Hasil dari voting tersebut akan dipilih lagi untuk didaulat menjadi keajaiban dunia pada tanggal 1 September 2009. Apakah Taman Nasional Komodo menjadi salah satu keajaiban dunia? Itu harus, dan pilihlah Taman Nasional Komodo di situs New7Wonders di link <a href="http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/" target="_blank">ini</a> sebelum tanggal 7 Juli 2009 nanti. Bagi yang ingin tahu informasi tentang Taman Nasional Komodo, bisa lihat infonya di <a href="http://www.dephut.go.id/index.php?q=id/node/3936" target="_blank">Departemen Kehutanan</a> dan di dokumen <a href="http://www.komodonationalpark.org/downloads/NatHist3_screen.pdf" target="_blank">Sejarah Ekologi Taman Nasional Komodo</a>.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://i712.photobucket.com/albums/ww125/budiernanto/73D1FF68A0190991799E0F5768EE7E86.png" border="0" alt="logo" width="153" height="46" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.budiernanto.com/2009/07/pulau-komodo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Si Teknologi</title>
		<link>http://www.budiernanto.com/2009/04/si-teknologi/</link>
		<comments>http://www.budiernanto.com/2009/04/si-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 00:51:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>budiernanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kategori 1]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[jempol]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.budiernanto.com/?p=815</guid>
		<description><![CDATA[Jempol di budaya jempol adalah raja, raja gendut dari 4 jari lainnya. 
Siapa tak tau teknologi? Atau, siapa tak kenal si teknologi. Sesuatu yang kita sebut sebagai hasil dari suatu peradaban yang menjadi budaya. Tolak ukur peradaban adalah adanya kebudayaan yang menjadi ciri khas dari peradaban itu sendiri. Saat ini adalah budaya jempol di zaman modern. Maksudnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p><em>Jempol di budaya jempol adalah raja, raja gendut dari 4 jari lainnya. </em></p></blockquote>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span>Siapa tak tau teknologi? Atau, siapa tak kenal <em>si teknologi</em>. Sesuatu yang kita sebut sebagai hasil dari suatu peradaban yang menjadi budaya. Tolak ukur peradaban adalah adanya kebudayaan yang menjadi ciri khas dari peradaban itu sendiri. Saat ini adalah budaya jempol di zaman modern. Maksudnya budaya jempol adalah karena semuanya hanya tinggal pencet pakai jempol dan jadilah. Karena jempol juga kita merasakan era digital ini, era informasi yang mengalir cepat. Teknologi digital yang apa-apa pakai jempol telah nyata mempermudah hidup kita, mulai dari kita bangun tidur sampai tidur lagi. Tanpa teknologi digital, kita hanyalah manusia luntang-lantung tanpa daya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span>Namun apa yang terjadi dengan <em>si teknologi</em> sekarang ini? Ia tidak lebih dari alat belaka, alat yang dipergunakan manusia dalam mempermudah segala pekerjaan. Berarti positif dong? Tentu saja. Tujuan teknologi ada ialah untuk membantu manusia. Adanya kendaraan agar mobilisasi semakin cepat, berarti kendaraan yang merupakan teknologi telah terbukti menolong kita. Perkembangan teknologi yang ada ini akan terus membuat sesuatunya makin cepat dan bahkan mudah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span>Awalnya adalah baik, dalam konteks globalisasi teknologi telah membuat manusia melanglang buana keliling bumi, melintasi teritorial negara lain, berinteraksi dengan warga asing, melakukan transaksi via online, dan itu semua dilakukan tanpa harus melangkahkan kaki. Tidak ada lagi batasan ruang dan waktu apabila menggunakan teknologi yang ada sekarang. Sekali lagi, awalnya adalah baik. Pesatnya perkembangan IPTEK bukannya membuat kesejahteraan malah menjadi bencana. Tidak selamanya awal yang baik berjalan dengan baik juga. Penggunaan teknologi sudah tidak bisa ditolerir lagi, penggunaannya sudah di luar batas. Manusia sudah mendapatkan sisi negatif dari teknologi. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:28.35pt;"><span>Setiap hari kita dipaksa menonton televisi, kita dipaksa tidak berolahraga dengan mengendarai kendaraan pribadi untuk menempuh jarak 10 meter saja, kita merusak alam dengan limbah kimia setelah kita mandi, dan yang paling penting adalah kita merusak jiwa kita dengan menuhankan teknologi. Segala kesusahan kita gunakan teknologi untuk menyelesaikan masalah, segala kebahagiaan kita berterimakasih pada teknologi. Akhirnya, hancur moral manusia. Bumi tinggal menghitung waktu saja.</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.budiernanto.com/2009/04/si-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
