Able to Sense
Dentingan piano.
Petikan gitar.
Gesekan biola.
Percikan api.
Hembusan angin.
Aliran air.
Rasa suka.
Jatuh cinta.
Kasih sayang.
Dentingan piano.
Petikan gitar.
Gesekan biola.
Percikan api.
Hembusan angin.
Aliran air.
Rasa suka.
Jatuh cinta.
Kasih sayang.
Kita kan tinggal di Indonesia, jadi kita adalah orang Indonesia. Berarti kita tahu hampir segalanya tentang Indonesia, terutama perilaku masyarakat-nya. Orang Indonesia tuh katanya ramah tamah, meskipun terhadap orang asing sekalipun. Padahal kalau kata orang tua kita, “Nak, hati-hati kalau ketemu orang asing. Jangan asal bicara.” Jadi sebenarnya kita ramah atau tidak?
Itu tadi tentang ramah, bagaimana kalau tentang latah? Apa iya orang Indonesia itu latah? Menurut saya sih iya, malahan menurut saya latah ini sudah menjadi kewajiban kalau mau jadi orang Indonesia, hahaha. Jadi fenomena latah ini tidak akan saya bahas kalau hanya sekedar latah karena kaget. Latah ini lebih dari karena kaget, latah ini ada di mana-mana. Ada di televisi, musik, kampanye politik, dsb.
Jazz Goes to Campus atau JGTC adalah festival musik jazz yang diselenggarakan tiap tahunnya di Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Indonesia. Tahun ini apabila terlaksana adalah festival JGTC untuk yang ke-31 kalinya setelah festival perdananya pada tahun 1978 yang diprakarsai oleh Chandra Darusman. Seharusnya sekarang yang ke-30 kan ya? Tapi menurut sumber yang dipercaya, JGTC perdana tahun 1978.
JGTC kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 23 November 2008, mulai pukul 10 pagi sampai tengah malam. Lebih dari 30 musisi jazz akan tampil dalam satu hari. Wow, emang kalo ada niat mah bakal lancar. Kata penyelenggara, semua musisi jazz yang beraliran warna-warni akan menghibur penonton sampai tengah malam. Nah, sampai detik ini saya belum tahu berapa harga tiketnya. Yang pasti ngga mahal, saya jamin itu. Kalau mahal, saya ga mau dateng lagi deh!