Posts Tagged ‘ramadhan’

Reuni

September 19th, 2009

Bertemu kembali teman lama kadang suka terjadi di mana saja, dan kalau sampai ditentukan rendezvous, disebutlah reuni. Bulan puasa ini pasti kita banyak sekali agenda buka puasa bersama. Momen ini sudah pasti akan dijadikan ajang reuni. Kalau relasi kita dekat, bukan tidak mungkin ada buka bersama dengan teman-teman TK. Saya juga seperti itu, sejak SMP, agenda buka bersama dengan teman-teman SD dijadikan ajang reuni. Lalu ketika SMA, bertambah satu lagi agendanya, dengan teman-teman SMP.

Seiring waktu, ketika kita lanjut ke bangku kuliah, dan bahkan sampai ke dunia kerja pun kita akan terus melaksanakan reuni tahunan ini. Memang bulan puasa penuh berkah, bertemu lagi dengan teman-teman lama, mengenang masa lalu, ketawa-ketiwi, dan bertukar kabar pasti kita lakukan.

Tempo hari saya mengikuti acara buka puasa bersama teman-teman SMP, dan itu adalah acara dadakan yang sangat ramai. Saya saja sampai kelabakan karena banyak yang lupa namanya. Ngobrol sama satu teman, lalu pindah ke teman yang lainnya dan seterusnya demi silaturahmi. Capek sih jalan-jalan terus, tapi biarin deh biar bisa tahu lagi nama-namanya.

Ramadhan taun ini agak berkesan untuk saya, dalam konteks, reuni mempertemukan saya dengan teman-teman yang beberapa diantaranya cukup istimewa ketika zamannya dulu. Semoga tahun depan bertemu lagi, tidak saja dengan bulan Ramadhan, tapi juga dengan teman-teman lama.

logo

Pelayanan

October 3rd, 2008

Saat saya di rumah keponakan di Bandung, saya membaca buku Panduan Ramadhan bagi Anak-anak. Buku tersebut berisi antara lain kisah-kisah saat Nabi Muhammad SAW masih hidup, juga cerita tentang Ramadhan di tiap-tiap negara. Saya tertarik dengan satu cerita tentang Nabi Luqman.

Secara singkat alkisah Nabi pergi ke pasar bersama putranya, tak lupa ia membawa keledainya. Karena rasa sayangnya kepada anaknya, Nabi mempersilahkan sang anak menaiki keledai sedangkan Nabi jalan mengiringi. Dalam perjalanan, mereka bertemu 2 orang yang ketika melihat sang Nabi dan anaknya yang menunggangi keledai malah marah-marah.

Astaga, lihatlah anak itu. Sungguh anak durhaka membiarkan ayahnya berjalan seperti itu?! Hei nak, lebih baik kau turun dan biarkan ayahmu yang menaiki keledai.

(bagus nih tulisannya, lanjut)